Bagau Bersaudara: Keamanan nasional atau Intrik Militer?

Ilustrasi dari FPCI UPH

Bendera Bintang Kejora, yang terdiri dari garis-garis biru dan putih berselang-seling, palang merah dan bintang bersudut lima, menjadi lebih dari sekedar simbol harapan atau impian kemerdekaan bagi sebuah keluarga di Papua Barat. Sebuah gelang kecil yang dibalut simbol tersebut—yang dilarang oleh pemerintah Indonesia—memicu kematian ketiga putra mereka, menyusul penyisiran oleh aparat keamanan.

Menurut warga sekitar, aparat militer memukuli Janius Bagau dengan bayonet ketika sedang diinterogasi. Melarikan diri ke klinik terdekat, Bagau ditahan oleh pasukan keamanan yang melihat gelang kecil di pergelangan tangannya. Dengan ditemani dua saudara laki-lakinya yang bernama Rut dan Soni, ketiganya ditemui sekelompok tentara yang melarang perawatan medis, dan justru menyuruh karyawan yang ada di sana untuk keluar ruangan sebelum akhirnya mereka ditikam secara brutal hingga tewas.

Akan tetapi, pihak militer mengklaim peristiwa yang berbeda, menyatakan bahwa ketiga bersaudara itu melarikan diri di tengah-tengah interogasi, mengabaikan peringatan dari militer ketika mereka berusaha untuk mendapatkan senjata dari tim gabungan militer yang menjaga puskesmas. Militer menegaskan kematian mereka sebagai tindakan membela diri.  Bagaimanapun, foto yang diambil dari tubuh yang ditinjau oleh pemantau hak asasi manusia menimbulkan keraguan dalam peristiwa ini.

Komunitas internasional secara rutin menyatakan keprihatinan atas pelanggaran berat yang dilakukan di Papua Barat, dengan setidaknya 83 pembunuhan di luar hukum dalam tiga tahun terakhir menurut Amnesty. Perserikatan Bangsa-Bangsa terus menerima laporan kredibel tentang kekuatan yang berlebihan oleh militer dan polisi termasuk melalui pelecehan, penangkapan, penahanan, dan pembunuhan di luar hukum. Verifikasi berita hampir tidak mungkin dilakukan mengingat adanya larangan media asing di daerah tersebut sejak 2019.

Hingga saat ini, belum ada negara asing yang mengomentari kematian tersebut.

Akankah kasus Bagau bersaudara memicu tekanan internasional untuk transparansi atau akankah mereka disembunyikan sebagai statistik lain yang tidak pasti?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *