Era Baru Penjelajahan Antariksa, Miliarder Bezos dan Branson Capai Luar Angkasa dengan Program Swasta

Ilustrasi miliarder Richard Branson dan Jeff Bezos. Foto: Aïda Amer/Axios

Pada hari Selasa (20/07) waktu setempat, pendiri Amazon sekaligus miliarder Jeff Bezos berhasil mencapai ruang angkasa dengan menaiki roket New Shepard yang dibuat oleh Blue Origin, perusahaan milik Bezos itu sendiri.

Dikutip dari NPR, pria terkaya kedua di dunia itu meluncur dari gurun di Van Horn, Texas. Meskipun seluruh penerbangan hanya berlangsung 10 menit, penerbangan tersebut dipenuhi oleh rasa bahagia, terutama setelah New Shepherd melintasi garis Karman yang menjadi batas antara bumi dengan ruang angkasa.

Jeff Bezos tidak sendiri di dalam penerbangannya. Ia ditemani oleh saudaranya Mark Bezos, pilot perempuan AS paling senior Wally Funk, dan anak jutawan Belanda Oliver Daemen.

“Jeff, lihat itu, sangat gelap dari atas sini! Lihatlah bumi itu,” ujar Funk seraya melihat pemandangan planet Bumi saat berada di ruang angkasa.

Jeff Bezos menjadi miliarder kedua yang terbang ke ruang angkasa. Beberapa hari sebelumnya, miliarder dan pendiri Virgin Group Richard Branson juga berhasil mencapai ruang angkasa dengan pesawat Virgin Galactic.

“Kepada semua anak di luar sana, saya dulu juga seorang anak dengan mimpi dan melihat bintang-bintang. Sekarang, saya adalah orang dewasa di pesawat angkasa. Jika kami bisa melakukannya, bayangkan apa yang dapat kamu perbuat nanti,” ujar Branson. 

Perjalanan Bezos dan Branson membuka era baru dalam petualangan manusia di antariksa, yaitu komersialisasi penerbangan angkasa yang dapat dilakukan oleh pihak swasta.

Hal tersebut sangat revolusioner karena perjalanan manusia ke ruang angkasa selama ini harus melalui kerja sama dengan badan antariksa yang disponsori negara, seperti NASA (AS) dan Roscosmos (Rusia).

Perjalanan keduanya juga memulai “perang angkasa” baru, yaitu kompetisi jasa perjalanan ke luar angkasa. Virgin Galactic sendiri bahkan sudah menjual tiket perjalanan angkasa jauh-jauh hari sebesar US$ 200-250 ribu yang terjual kepada 600 pembeli.

Tidak hanya itu, keduanya juga menjadi aktor kedua dan ketiga yang memegang kendali penjelajahan antariksa oleh pihak swasta, menyusul Elon Musk yang telah berhasil mengukuhkan SpaceX sebagai perusahaan swasta pertama yang mengirimkan roketnya ke ruang angkasa.

Memang banyak kritik yang mengiringi perjalanan angkasa keduanya. Namun, setidaknya capaian tersebut memperlihatkan bahwa manusia kini dapat pergi ke luar angkasa secara mandiri, yang menjadi satu lagi langkah maju bagi umat manusia dalam menjelajahi angkasa luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *