Gelar Latihan Militer Eksesif, Tiongkok Ciptakan Kekhawatiran di Asia

Ilustrasi rudal balistik yang diluncurkan oleh Tiongkok. Foto: People's Liberation Army

Tiongkok memulai serangkaian latihan militer yang disebut-sebut sebagai “latihan militer terbesar Tiongkok” pada Kamis (4/8) di sekitar Taiwan yang diyakini dipicu oleh kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau itu.

Serangkaian latihan militer tersebut dilakukan di sejumlah zona di sekitar pulau itu sehingga mengancam jalur-jalur pelayaran tersibuk di dunia. Bahkan, di beberapa titik, zona latihan tersebut hanya berjarak 20 km dari pesisir Taiwan.

Media pemerintah Tiongkok, Xinhua, melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menerbangkan lebih dari 100 pesawat, dari pesawat tempur hingga pengebom, dan lebih dari 10 kapal penghancur dan fregat. Yang teranyar, Tiongkok disebut meluncurkan 11 rudal balistik kelas Dongfeng yang jatuh di wilayah ZEE Jepang.

AS pun bereaksi keras terhadap latihan militer Tiongkok tersebut dan menyebutnya sebagai “berlebihan”. “Tiongkok memilih untuk beraksi berlebihan dan menggunakan kunjungan Pelosi sebagai alasan melakukan aktivitas militer provokatif di sekitar Selat Taiwan,” ujar Antony Blinken, Menlu AS.

Penerbangan Ditutup dan Protes Jepang ke Tiongkok

Latihan militer Tiongkok berdampak masif terhadap sektor sipil di kawasan Asia, salah satunya adalah sektor penerbangan.

Cathay Pacific Airways, maskapai penerbangan Hong Kong, menyebut bahwa maskapainya akan menghentikan penerbangan melalui wilayah udara di sekitar Taiwan dan mengalihkannya ke rute lain.

“(Pemberhentian penerbangan) ini berpotensi menyebabkan lebih banyak waktu terbang untuk beberapa penerbangan,” ujar maskapai itu kepada Reuters, menambahkan bahwa pihaknya sedang memantau perkembangan dengan sangat cermat.

Selain itu, rudal balistik Tiongkok yang mendarat di ZEE Tiongkok juga menimbulkan reaksi keras dari Jepang. “Lima dari sembilan rudal balistik yang diluncurkan Tiongkok dipercaya telah meninggalkan serpihan di wilayah ZEE Jepang,” sebut Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi. Negara tersebut telah mengirimkan protes kepada Tiongkok melalui nota diplomatik.

Selain itu, Nobuo Kishi menyebut bahwa jatuhnya rudal balistik Tiongkok di wilayah ZEE Jepang itu sebagai “masalah serius yang memengaruhi keamanan nasional dan keamanan warga negara Jepang.”

ASEAN dan Indonesia: Mohon Tahan Diri

ASEAN telah memperingatkan bahwa peningkatan tensi di Selat Taiwan dapat berpotensi menciptakan “miskalkulasi, konfrontasi serius, konflik terbuka, dan konsekuensi tidak terkira di antara kekuatan besar.”

Dalam pernyataannya, ASEAN meminta semua pihak untuk menahan diri dari provokasi. Selain itu, ASEAN siap memainkan peran konstruktif dalam memfasilitasi dialog damai antara semua pihak.

Sementara itu, Kemlu RI meminta AS dan Tiongkok untuk menurunkan tensi di Indo-Pasifik sebagai dampak dari kunjungan Nancy Pelosi. “Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dari tindakan provokatif yang dapat memperburuk situasi,” tulis pernyataan resmi Kemlu RI.

Latihan militer Tiongkok makin menandai rentannya situasi di kawasan Selat Taiwan. Jika salah langkah, situasi dapat memburuk dan mendekatkan tiap pihak ke dalam konflik terbuka. Oleh karena itu, resolusi dan penurunan tensi di antara AS, Tiongkok, dan Taiwan perlu dicari dengan sebaik dan segera mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.