Irlandia, Satu-Satunya Negara Barat Yang Tegas Mendukung Palestina

Ilustrasi kunjungan PM Irlandia Bertie Ahern ke Gaza pada tahun 1999. Foto: Mohammad Saber/AFP

Palestina mendapatkan dukungan tak terduga dari Eropa setelah Irlandia menyatakan kecaman mereka kepada Israel dan mendukung Palestina

Parlemen Irlandia sepakat secara bulat untuk mengecam aneksasi Sheikh Jarrah yang dilakukan oleh Israel sehingga menjadikan mereka negara pertama dalam Uni Eropa yang mendukung sentimen tersebut.

Bendera Irlandia berkibar bersama bendera Palestina di Balai Kota Ramallah, ratusan video orang Palestina berterima kasih terhadap Irlandia pun beredar dan memperkuat persahabatan kedua negara tersebut.

Sebelum mendukung Palestina, Irlandia sebelumnya sempat mendukung Israel pada abad 19 dan 20. Irlandia sempat menerima Israel sebagai sahabat mereka pada saat itu karena mereka melihat Israel sebagai sesama masyarakat yang dipersekusi dan direbut haknya.

Namun, rasa hormat Irlandia terhadap Israel mulai menghilang setelah Israel menerima rencana Inggris untuk memecah Palestina dan membentuk negara Yahudi. Mereka melihat bahwa hal tersebut adalah suatu pelanggaran yang pernah mereka alami ketika Inggris membagi wilayah mereka secara sepihak pada tahun 1922.

Rasa senasib Irlandia terhadap nasib rakyat Palestina yang tanahnya dicuri dan ditindas oleh Israel pun membuat dukungan Irlandia ke Israel makin mengecil. Dukungan tersebut berubah menjadi kebencian setelah banyak tentara Irlandia yang yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB, tewas di tangan Israel dalam Perang Sipil Lebanon. 

Irlandia pun menjadi negara pertama yang secara terbuka mendukung Palestina sebagai negara pada tahun 1980. Hal ini juga yang membuat Israel tidak dapat membuka kedutaan di Irlandia hingga 1993. Irlandia juga menjadi negara pertama yang mengirim perdana menteri mereka ke Palestina pada tahun 1999 ketika Perdana Menteri Bertie Ahern mengunjungi Presiden Arafat di Gaza.

Di kondisi sekarang, solusi dua negara terbukti makin tak efektif karena PBB juga mulai sibuk mengurusi masalah lainnya. Irlandia kerap mengkritik PBB dalam menjalankan solusi dua negara dan menyatakan bahwa PBB tidak memperhatikan masalah pelanggaran HAM di daerah Palestina.

Walau partai sayap kanan—Fianna Fail dan Fine Gael—masih menunjukkan sikap konservatif dan tidak menyatakan Israel sebagai musuh politik, partai oposisi Sinn Fein masih menekan pemerintahan untuk menyatakan oposisi pada Israel.

Contohnya yaitu ketika Irlandia menyatakan gerakan Boycott, Divest, and Sanctions (BDS) dan rencana pengusiran duta besar Israel, Ophir Kariv—yang sempat menuai perdebatan di pemerintahan Irlandia. Kaum sayap kanan menolak hal tersebut yang menuai oposisi kaum sayap kiri.

Irlandia mungkin bukanlah aktor yang cukup besar di panggung internasional dan Uni Eropa, tetapi mereka percaya bahwa mereka bisa memengaruhi negara lain di Uni Eropa untuk mengecam aksi Israel dan menghapus apartheid di Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *