Kompleksitas Isu Keamanan dan Relevansinya dalam Kehidupan Sehari-hari

Banjir di daerah Jabodetabek. Foto: Tirto.id

Perkembangan dunia saat ini memasuki era yang sangat modern. Kecanggihan teknologi dapat kita lihat dalam hal kecil hingga besar dalam kehidupan sehari-hari, misalnya adalah penggunaan alarm censor pada kendaraan bermotor, yang dapat mengontrol serta mengawasi kendaraan dari ancaman pencurian. Contoh tersebut merupakan hasil dari perkembangan teknologi yang sangat masif dalam bidang keamanan. 

Keamanan sendiri merupakan salah satu aspek yang perlu diperhitungkan, karena memiliki dampak yang cukup signifikan dari segala lini kehidupan. Keamanan sendiri memiliki definisi sebagai sebuah usaha menghindari ancaman atau kejahatan yang dapat mengganggu kenyamanan. Biasanya keamanan memiliki unsur-unsur seperti protection, integritas, orisinalitas, dan akses (Somba, 2012). 

Keamanan memiliki tingkatannya masing-masing, dan salah satu tingkatan tersebut ada pada ruang lingkup internasional. Keamanan internasional menjadi salah satu kajian ilmiah dalam studi hubungan internasional, karena keamanan merupakan indikator utama yang dibutuhkan oleh negara sebagai satu-satunya aktor yang memiliki sifat anarki. Dalam penerapannya, keamanan dibagi menjadi dua, yaitu traditional security dan non traditional security (UNIDA GONTOR, n.d.). Traditional security melihat keamanan sebagai keamanan negara, memiliki pengertian bahwa keamanan merupakan sebuah kondisi dimana negara melindungi negara bangsanya dari serangan maupun ancaman militer yang berasal dari faktor eksternal. Sedangkan non traditional security menjelaskan bahwa keamanan bukan hanya tentang keamanan negara, tetapi juga entitas yang ada di dalamnya. Karena ancaman bukan hanya datang dari segi militer, tetapi juga dapat muncul dalam aspek ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan isu non traditional  lainnya (UNIDA GONTOR, n.d.).

Perkembangan studi keamanan
Melihat perkembangan yang begitu cepat dalam hubungan internasional membuat  pemahaman mengenai konsep keamanan menjadi meluas. Seperti yang dikatakan oleh Barry Buzan yang memberikan pandangan bahwa konsep keamanan tidak lagi bergerak pada aspek militer dan aktor negara, tetapi juga pada aspek-aspek non militer lainnya dan melibatkan juga aktivitas aktor non negara. Sementara itu, pada tahun 1990-an, Dewan Keamanan PBB juga memberikan konsep tentang keamanan yang mendefinisikan bahwa keamanan saat ini harus ditingkatkan dari keamanan melalui persenjataan menjadi keamanan melalui pengembangan manusia, pangan, dan lingkungan (Dalam & Dan, 2008). 

Penulis menyadari bahwa saat ini militer bukan lagi dilihat sebagai ancaman utama bagi negara atau aktor lainnya. Seperti yang telah dijelaskan pada paragraf di atas, isu non traditional saat ini memegang pengaruh yang cukup signifikan dalam hal keamanan. Contohnya adalah ketika aspek ekonomi dipolitisasi, maka akan memunculkan pengaruh negatif dan positif terhadap keamanan, serta memiliki pengaruh juga pada aspek militer. Sebagai contoh lainnya adalah meningkatnya ekonomi China turut memengaruhi peningkatan terhadap kapabilitas militernya. Menurut Kompas dalam situs pemeringkat militer dunia, Global Firepower (GFP) menyebutkan bahwa, China menjadi negara peringkat ketiga sebagai militer terkuat di dunia (Syahrial, 2022). Contoh tersebut menandakan bahwa, meningkatnya perekonomian sebuah negara, kemudian dipolitisasi hingga mencapai tujuan yang diinginkan, serta mendapatkan benefit yang melimpah membuat negara tersebut mampu untuk meningkatkan kapabilitas lainnya, salah satunya adalah militer, sehingga negara tersebut mempunyai protection yang kuat dalam menjaga keamanan negaranya dari berbagai ancaman. 

Selain dalam hal ekonomi dan politik, isu lingkungan juga menjadi perhatian dalam konsep keamanan non traditional. Isu lingkungan menjadi penting karena jika suatu negara mengalami bencana yang dahsyat, maka akan berdampak terhadap negara tersebut dan negara tetangganya. Salah satu masalah lingkungan yang sering sekali dibahas oleh penstudi hubungan internasional adalah isu perubahan iklim. Perubahan iklim menjadi ancaman yang terus berkembang dan tanpa disadari dapat mengguncang kehidupan manusia pada semua tingkatan. Contohnya adalah besarnya emisi karbon di dunia yang dipengaruhi oleh negara maju, justru menjadi ancaman bagi negara-negara berkembang karena harus menanggung sembilan dari sepuluh beban perubahan iklim. Tentu hal tersebut akan sangat memengaruhi sektor lain seperti, kerugian ekonomi, kematian akibat bencana, dan menjadi beban bagi negara-negara yang terdampak (Wangke, 2021). Hal tersebut membuktikan bahwa, isu lingkungan tepatnya perubahan iklim turut memengaruhi kondisi keamanan sebuah negara, terlebih jika bencana datang dengan sangat dahsyat, tidak menutup kemungkinan akan meluluhlantakkan sektor-sektor lainnya yang ada di negara tersebut. 

Telaah lebih lanjut mengenai studi keamanan

Kajian keamanan internasional menjadi syarat bagi setiap penstudi hubungan internasional untuk dapat melihat, memahami, dan memberikan solusi terhadap fenomena yang telah terjadi dalam kaitannya dengan keamanan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya terkait luasnya konsep pemahaman keamanan internasional menjadi sebuah kerumitan dari sifat dan struktur sistem internasional yang dihasilkan oleh para aktor yang semakin tinggi menciptakan kacamata atau pandangan yang digunakan untuk melihat tipe serta interaksi keamanan yang dihasilkan. 

Selain itu, penulis yang merupakan seorang mahasiswa pun dapat melihat, memahami, dan memberikan solusi atas kondisi keamanan yang sedang terjadi dalam skala kecil, contohnya ada pada kehidupan sehari-hari. Dimulai dari lingkungan tempat tinggal menjadi contoh dari miniatur sederhana sebelum beralih kepada konteks yang lebih besar, seperti negara. Misalnya, pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal yang baik akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut. Kenyamanan membuat sebuah evolusi baru menjadi keamanan, dimana masyarakat akan menjadi aman dari segala bentuk penyakit jahat seperti demam berdarah, infeksi saluran pencernaan, tifus, dan penyakit lainnya. 

Bentuk dari relevansi keamanan dalam kehidupan sehari-hari lainnya adalah kerukunan yang menciptakan sebuah solidaritas terpadu. Berawal dari kehidupan masyarakat yang rukun akan berdampak terhadap keamanan lingkungan sekitar, karena rasa kerukunan dan solidaritas sudah mengental di setiap individu masyarakat sehingga masyarakat akan menciptakan rasa aman dengan sendirinya di lingkungan tersebut. Tidak lagi ada perasaan takut terhadap masyarakat lainnya. 

Pada intinya, rasa aman akan tercipta jika semua aktor memiliki pandangan yang sama. Akan tetapi, permasalahannya adalah tidak semua aktor memiliki tujuan yang sama, karena dari setiap kerjasama yang dilakukan pastinya didasari atas kepentingan masing-masing. Oleh karena itu, isu keamanan perlu ditelaah ulang untuk menciptakan sebuah rasa aman, nyaman, damai bagi setiap lini kehidupan. 

REFERENSI

Dalam, D. K., & Dan, H. I. (2008). HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN.

Somba, I. A. (2012, February 15). Keamanan . https://www.unpas.ac.id/keamanan/

Syahrial, M. (2022, February 4). Daftar Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2022 Versi GFP Halaman all – Kompas.com. https://www.kompas.com/wiken/read/2022/04/02/170000081/daftar-negara-dengan-militer-terkuat-di-dunia-2022-versi-gfp?page=all

UNIDA GONTOR. (n.d.). Studi Keamanan Internasional – Hubungan Internasional. Retrieved September 25, 2022, from https://hi.unida.gontor.ac.id/studi-keamanan-internasional

Wangke, H. (2021). Kerja Sama Internasional Mengatasi Perubahan Iklim. Info Singkat: Kajian Singkat Terhadap Isu Aktual Dan Strategis, 13(15), 1–6.

Maulana Muhammad Rizqi merupakan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dapat ditemukan di Instagram dengan nama pengguna @mauleee_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *