Kuba Hadapi Protes Terbesar Dalam 30 Tahun Terakhir

Ilustrasi demonstrasi di Havana, Kuba. Foto: AFP

Kuba kini sedang diwarnai serangkaian aksi protes terhadap pemerintah setempat di berbagai kota dalam beberapa hari terakhir. Demonstrasi tersebut merupakan demonstrasi yang terbesar sejak demonstrasi Maleconazo pada 1994.

Dikutip dari BBC, para demonstran memprotes krisis ekonomi dan peningkatan harga komoditas dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, demonstran juga memprotes kebijakan otoriter dari Partai Komunis Kuba selaku pemerintah Kuba.

“Tidak ada makanan, tidak ada obat-obatan, tidak ada kebebasan, dan mereka (pemerintah) tidak membiarkan kita hidup,” kata salah satu demonstran bernama Alejandro.

Demonstran bahkan berani untuk menyerukan slogan-slogan anti-pemerintah, seperti “kebebasan”, “kami tidak takut”, dan “turunkan kediktatoran”.

Akibat aksi tersebut, sejumlah demonstran ditahan oleh aparat keamanan setempat dengan bantuan polisi berpakaian preman. Internet setempat juga dimatikan dan seorang fotografer dari Associated Press juga terluka akibat pertikaian dengan aparat.

Reaksi terhadap demonstrasi di Kuba pun beragam. Dilansir dari Miami Herald, kelompok warga Kuba anti-komunis di Miami yang lari dari negara tersebut pada masa Fidel Castro meminta AS melakukan intervensi militer untuk menggulingkan rezim Partai Komunis Kuba.

Merespons protes di Kuba tersebut, Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa AS berdiri bersama masyarakat Kuba dan meminta pemerintah setempat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mencegah kekerasan.

Sebaliknya, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyalahkan sanksi ekonomi AS sebagai penyebab krisis ekonomi dan kekacauan di Kuba. Ia juga meminta loyalis Partai Komunis Kuba untuk turun ke jalan dalam rangka “mempertahankan dan melindungi revolusi.”

Kuba sejak beberapa tahun belakangan memang sedang dilanda oleh krisis ekonomi akibat blokade ekonomi AS yang kembali dimunculkan oleh Donald Trump. Selain itu, pandemi COVID-19 juga menghancurkan sektor turisme yang menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar Kuba.

Kisruh politik dalam bentuk demonstrasi jalanan menjadi salah satu momen yang terbilang langka di Kuba. Protes yang terjadi itu memperlihatkan berbagai tantangan bagi otoritas setempat dalam menghadapi kondisi krisis, dari COVID-19 hingga sanksi oleh negara adidaya di utaranya.

Demonstrasi tahun ini juga turut menjadi titik uji ketangguhan bagi kepemimpinan Partai Komunis Kuba tanpa figur besar dari trah Castro. Berbeda dari Fidel dan Raul, Diaz-Canel baru lahir setelah era Revolusi 1959 sehingga tidak memiliki kharisma dan kredensial revolusioner sekuat kedua pendahulunya tersebut.

Pada akhirnya, protes masyarakat Kuba pada tahun 2021 menjadi penentu kedaulatan pemerintahan Miguel Diaz-Canel dalam menghadapi era baru di negara tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *