Meninjau Kontribusi AirAsia dalam Mewujudkan ASEAN Connectivity

Ilustrasi livery ASEAN AirAsia. Foto: Wikimedia Commons

Association of Southeast Asia Nations (ASEAN) merupakan institusi regional di Asia Tenggara yang mewadahi hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Terbentuk pada tahun 1967, ASEAN semula beranggotakan lima negara  kini telah menjadi sepuluh negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Myanmar. Menurut The ASEAN Declaration (Bangkok Declaration) 1967, tujuan didirikannya ASEAN berfokus untuk menekan pertumbuhan ekonomi, menjaga stabilitas regional, memajukan sosial budaya, serta mempromosikan kawasan Asia Tenggara serta menjaga hubungan dengan berbagai institusi internasional dan regional lainnya. Selain tujuan, ASEAN juga menganut beberapa prinsip yaitu: non intervensi, menghormati kedaulatan setiap negara anggota, penyelesaian masalah dengan damai, serta menolak menggunakan kekuatan yang mematikan.

Dalam rangka mewujudkan tujuan dan The ASEAN Vision 2020, ASEAN hadir dengan berbagai gagasan salah satunya ASEAN Connectivity. Mengutip pada situs resminya, ASEAN Connectivity merupakan keterhubungan fisik, institusi, dan perorangan yang memudahkan aliran modal, barang, jasa, dan orang dalam kamasan demi mencapai pilar ekonomi, keamanan-politik, dan sosial budaya dalam rangka realisasi visi ASEAN. Berbicara mengenai konektivitas di kawasan Asia Tenggara, tentu tidak dapat terlepas dari peran salah satu maskapai penerbangan yang tumbuh dan berkembang di wilayah ini. Maskapai penerbangan tersebut ialah AirAsia. 

AirAsia merupakan salah satu maskapai penerbangan bertarif rendah terbesar di Asia Tenggara. Sejak saat berdirinya, AirAsia dengan cepat menjadi maskapai penerbangan bertarif rendah terbaik di dunia dan tidak pernah berhenti menyebut dirinya sebagai “Truly ASEAN” (Invest Asean, n.d.). Melihat potensi AirAsia sebagai maskapai yang mengakui dirinya benar-benar ASEAN, maka menarik untuk membahas perannya sebagai perusahaan multinasional di Asia Tenggara dalam mewujudkan salah satu program ASEAN yakni ASEAN Connectivity. Penulis berargumen bahwa AirAsia memiliki peranan yang cukup besar dalam mendorong terwujudnya ASEAN Connectivity

Selayang Pandang ASEAN Connectivity

ASEAN sebagai organisasi regional di kawasan Asia Tenggara memiliki salah satu visi yang tercantum dalam The ASEAN Vision 2020 yakni mewujudkan integrasi dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, dan sosial dengan membangun ASEAN Community pada tahun 2015 (ASEAN, 2012). Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, ASEAN membentuk berbagai proyek konektivitas dalam kerangka ASEAN Connectivity. ASEAN Connectivity merupakan keterhubungan fisik, institusi, dan perorangan yang memudahkan aliran modal, barang, jasa, dan orang dalam kamasan demi mencapai pilar ekonomi, keamanan-politik, dan sosial budaya dalam rangka realisasi visi ASEAN (ASEAN, n.d.). ASEAN Connectivity dibahas dalam Pertemuan ASEAN ke-15 di Cha-am, Hua Hin Thailand pada 24 Oktober 2009 dan dilanjutkan pembahasannya pada pertemuan di Ha Noi, Vietnam dalam Masterplan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025. Kesepuluh kepala pemerintahan/negara anggota ASEAN bersepakat menindaklanjuti ASEAN Connectivity melalui pengakuan MPAC dan penyambutan kinerja dari High Level Task Force on ASEAN Connectivity, Sekretariat ASEAN, dan organ-organ lain terkait. ASEAN memiliki cita-cita untuk membangun konektivitas dengan tujuan untuk menempatkan strategi, perjanjian, dan mekanisme hukum serta kelembagaan yang secara efektif mewujudkan konektivitas ASEAN dengan memfasilitasi perdagangan barang dan jasa serta melindungi investasi di sektor swasta. Konektivitas ASEAN pada akhirnya bertujuan untuk mencapai ASEAN Community yang berpegang teguh pada tiga pilar yakni ASEAN Economic Community, ASEAN Political-Security Community, dan ASEAN Socio-Cultural Community.

MPAC 2025 memiliki visi untuk mencapai ASEAN yang terhubung dan terintegrasi secara mulus dan komprehensif yang akan mendorong daya saing, inklusivitas, dan rasa kebersamaan yang lebih besar. Dokumen Masterplan on ASEAN Connectivity 2025 menjadi pedoman dalam mewujudkan ASEAN Connectivity, dengan berfokus pada konektivitas yang fisik, institusi, dan orang. Ketiga fokus kemudian dijabarkan ke dalam beberapa lima strategi yakni: (1) Infrastruktur yang berkelanjutan. Tujuan dari strategi ini yaitu mengoordinasikan sumebr daya yang ada untuk memberikan dukungan di seluruh siklus hidup proyek infrastruktur, dan pengembangan kemampuan. Strategi ini termasuk dalam pertukaran informasi tentang “smart urbanisation” antar seluruh negara anggota ASEAN secara bersamaan agar menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup yang baik. (2) Inovasi digital, ASEAN menyadari bahwa teknologi digital berpotensi bernilai hingga $625 miliar pada tahun 2030, sehingga perlu untuk membentuk kerangka kerja regulasi terlebih dalam penyampaian layanan digital baru. Praktik data terbut, melengkapi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (3) Kelancaran logistik, untuk meningkatkan konektivitas ASEAN, dibutuhkan kelancaran logistik sehingga perlu untuk memperkuat mekanisme kolaborasi antara perusahaan logistik, lembaga akademis, dan negara anggota ASEAN untuk melawan hambatan yang ada sehingga seluruh logistik dapat tersalurkan ke negara anggota ASEAN hingga wilayah pelosok. (4) Keunggulan regulasi, terdapat kebutuhan untuk menanamkan Good Regulation Practice (GRP) dalam persiapan, adopsi, dan implementasi aturan di daerah. Tentunya, tujuan strategi ini untuk mendukung implementasi kebijakan utama yang penting bagi agenda konektivitas ASEAN. (5) Mobilitas orang, peningkatan mobilitas orang di ASEAN menjadi perlu sehingga penting untuk memfasilitasi perjalanan bagi wisatawan dengan mengatasi kurangnya informasi tentang pilihan perjalanan dan menyediakan mekanisme yang lebih sederhana untuk pengajuan visa. Selain itu, mobilitas tenaga ahli juga diperlukan dan penting untuk mendorong mobilitas yang lebih besar dari mahasiswa intra-ASEAN. Setelah memahami berbagai strategi tersebut, ASEAN juga telah menurunkan strategi tersebut beberapa inisiatif yang dilakukan oleh ASEAN, negara anggota ASEAN, dan pihak yang terlibat untuk membantu terwujudnya konektivitas ASEAN serta mewujudkan ASEAN Community (ASEAN, 2016).

Mengenal Lebih Jauh AirAsia 

AirAsia merupakan  perusahaan  platform perjalanan dan keuangan terkemuka di kawasan Asia Pasifik yang menyediakan transportasi udara, layanan perjalanan, dan gaya hidup, serta layanan keuangan (Newsroom Airasia, n.d.). AirAsia diluncurkan pertama kali pada tahun 2001 dengan mimpi memungkinkan semua orang untuk terbang. Berkantor di Bandara Internasional Kuala Lumpur, AirAsia saat ini dipimpin oleh Tony Fernandes. Sejak saat berdirinya, AirAsia dengan cepat menjadi maskapai penerbangan bertarif rendah terbaik di dunia dan tidak pernah berhenti menyebut dirinya sebagai “Truly ASEAN.” (Invest Asean, n.d.). AirAsia benar-benar menjadi maskapai yang tumbuh bersama ASEAN. Pasalnya, dari semula memiliki dua pesawat dan 250 staf, kini AirAsia berhasil memiliki 130 pesawat dan mempekerjakan 10.000 orang lebih. Memiliki anak perusahaan yaitu AirAsia Malaysia, AirAsia Thailand, AirAsia Indonesia, AirAsia Filipina, AirAsia X, yang berbasis di ASEAN serta AirAsia Jepang dan AirAsia India yang berbasis di luar wilayah ASEAN. Selain itu, AirAsia memiliki lima belas hub di kawasan ASEAN, terbang ke sepuluh negara ASEAN, dan menghubungkan kawasan ini ke sepuluh negara/teritori lainnya termasuk Hong Kong SAR, Makau, Taiwan, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, Nepal, dan Saudi Arabia. Enam puluh lima dari 95 tujuannya berada di kawasan Asia Tenggara (Invest Asean, n.d.)

AirAsia membawa lebih dari 200 juta tamu pada tahun 2012 sehingga menjadikannya maskapai penerbangan terbesar di ASEAN dalam hal volume penumpang. Selain menguntungkan secara operasional, hal ini juga memicu aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan ASEAN. AirAsia meyakini bahwa ASEAN adalah tempat yang tepat untuk berinvestasi karena pertumbuhan yang berkelanjutan di kawasan. Oleh karena itu, AirAsia berpikir untuk mendirikan maskapai penerbangan asosiasi di negara-negara ASEAN lainnya, membuka lebih banyak rute, menawarkan produk dan layanan baru. AirAsia meyakini bahwa integrasi ASEAN akan meningkatkan perekonomian, mendorong penyebaran tenaga ahli terdidik, dan jika penerapan ASEAN Open Skies dilakukan maka ini menjadi langkah awal untuk liberalisasi perjalanan udara yang sesungguhnya (Invest Asean, n.d.). Kecintaan terhadap kawasan Asia Tenggara juga ditunjukkan oleh AirAsia dengan memasang logo serta meluncurkan liverySustainable ASEAN” dalam rangka menyambut ulang tahun ASEAN (Newsroom AirAsia, 2019).

Dalam rangka mencapai tujuannya tersebut, AirAsia telah membentuk ASEAN AirAsia untuk mendukung upaya regionalisasi di dalam dan di luar perusahaan, mendirikan Grup AirAsia untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan telah menjadi pendukung kuat upaya integrasi ASEAN karena mendorong komunitas bisnis untuk melampaui batas serta merangkul pandangan regional. Semboyan AirAsia yakni “Now Everyone Can Fly” juga menjadi dasar kuat AirAsia untuk membantu integrasi dan konektivitas kawasan Asia Tenggara (Invest Asean, n.d.)

Analisis Peran AirAsia dalam Mewujudkan ASEAN Connectivity

AirAsia sebagai sebuah perusahaan besar yang berinvestasi di ASEAN dan mengklaim bahwa dirinya adalah “Truly ASEAN” sangat menunjukkan kerja kerasnya atas kecintaannya pada wilayah Asia Tenggara. Terkait dengan mewujudkan konektivitas ASEAN, AirAsia ternyata memiliki peran besar untuk mewujudkan misi ASEAN tersebut. Perusahaan ini mengambil bagian untuk mewujudkan konektivitas ASEAN dengan menyokong strategi mobilitas orang dan kelancaran logistik (ASEAN, 2016).

Melalui strategi mobilitas orang terdapat beberapa inisiatif yang hendak dijalankan ASEAN yakni meningkatkan perjalanan ASEAN dengan mempermudah pencarian informasi, kemudahan perjalanan ASEAN dengan memfasilitasi proses visa, menetapkan program pelatihan kejuruan di seluruh negara anggota ASEAN dan pertukaran mahasiswa di seluruh negara anggota ASEAN (ASEAN, 2016). Sebagai perusahaan besar yang berinvestasi di ASEAN, AirAsia membantu menyokong inisiatif ASEAN tersebut dalam hal kemudahan perjalanan dan penyediaan informasi perjalanan di negara anggota ASEAN. 

Mendukung mobilitas orang ditunjukkan oleh AirAsia dengan jumlah penumpang yang berhasil diangkut. Dalam pemaparan Pebrianto (2019), AirAsia Group Berhad sepanjang tahun 2019 berhasil mengangkut 83,5 juta penumpang dengan rincian AirAsia Indonesia 5,23 juta penumpang, AirAsia Malaysia 35 juta penumpang, AirAsia Filipina 8,55 juta penumpang, AirAsia Thailand 22,14 juta penumpang, AirAsia India 9,26 juta penumpang, dan AirAsia Jepang 485 ribu penumpang. Berdasarkan data tersebut, AirAsia sukses mengangkut penumpang untuk dapat bermobilisasi. Hal ini juga wujud dari semboyan AirAsia yakni “Now Everyone Can Fly.

Selain kemampuan mengangkut penumpang tersebut, AirAsia juga telah membuat berbagai program untuk mewujudkan ASEAN Connectivity. Program tersebut penulis rangkum dalam lima pembahasan. Pertama, AirAsia membuka rute-rute strategis di kawasan Asia Tenggara untuk memperluas konektivitas. Rute tersebut berjumlah 95 dan 65 tujuannya berada di kawasan Asia Tenggara (Invest Asean, n.d.) Selain itu, AirAsia membuka seluruh rute di 10 negara ASEAN dan menghubungkannya dengan Hong Kong SAR, Makau, Taiwan, Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, Nepal, dan Saudi Arabia. Salah satu rute strategis yang dibuat AirAsia untuk merayakan konektivitas ASEAN yakni rute Jakarta-Manila yang dibuka pada 9 Januari 2017. Rute ini dibuat untuk mengajak masyarakat di kawasan ASEAN untuk semakin dekat satu sama lain dengan menghubungkannya dengan Jakarta dan Bali (Newsroom AirAsia, 2017). 

Kedua, terlibat dalam pengiriman tenaga terampil dan ahli. AirAsia juga mendukung terpenuhinya konektivitas ASEAN salah satunya dengan pengiriman tenaga terampil dan ahli, hal ini dilakukan oleh salah satu sub-perusahaannya yakni AirAsia Indonesia. Dalam pemaparan Riyandi (2016), AirAsia Indonesia turut mengirimkan satu buah pesawatnya yang berisi tenaga medis, obat-obatan, dan bahan makanan serta minuman ke Banda Aceh pada 11 Desember 2016 untuk membantu korban gempa di Aceh. Upaya ini dilakukan untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam membantu korban bencana di Aceh dan juga sesuai dengan strategi yang dikembangkan oleh ASEAN Connectivity. Ketiga, sebagai maskapai low cost carrier, AirAsia mendorong orang untuk berwisata dan melakukan mobilitas hanya dengan harga murah. Selain itu, harga murah tersebut terkadang dibarengi dengan promo kursi gratis yang ditawarkan oleh AirAsia agar penumpang dapat terbang kemanapun. Promo kursi gratis ini sering dilakukan AirAsia dengan menawarkan 5 juta kursi dengan rute-rute seperti Singapura, Kuala Lumpur, Penang, Tokyo, Hong Kong, Jaipur, dan berbagai destinasi lainnya (Newsroom AirAsia, 2018). Tentunya, murahnya harga tiket dan promo tersebut mendukung orang untuk melakukan wisata dan mobilisasi terlebih lagi untuk mewujudkan konektivitas antar warga ASEAN yang jauh lebih mudah. 

Keempat, AirAsia ASEAN Travel Pass. AirAsia meluncurkan sebuah program yakni ASEAN Travel Pass yang memungkinkan penumpang dapat terbang ke sepuluh negara di Asia Tenggara dengan tarif murah. AirAsia ASEAN Travel Pass ini menggunakan sistem kredit dan hanya berlaku selama 30 hari atau 60 hari setelah penerbangan pertama. Namun, penerbangan pertama bisa dilakukan maksimal satu tahun setelah pembelian AirAsia ASEAN Travel Pass. Terdapat 140 rute berbeda yang dapat dipilih melalui program tersebut dan tersedia juga rute domestik Indonesia yang dihargai 3 dan 5 kredit (Nursastri, 2015). Program ini sangat mendukung terwujudnya konektivitas ASEAN dengan sistem kredit yang menarik, siapapun dapat menjajal untuk terbang ke berbagai rute AirAsia di kawasan Asia Tenggara tanpa takut memikirkan mahalnya biaya karena penumpang cukup membayar di awal saja untuk memperoleh kredit. Kelima, airasia.com aplikasi super ASEAN. AirAsia kembali meluncurkan program menarik yakni airasia.com sebagai aplikasi super ASEAN untuk semua orang. Diluncurkan pada 8 Oktober 2020 di Kuala Lumpur, AirAsia melalui laman daring dan aplikasinya berbenah untuk menjadi aplikasi super ASEAN yang melengkapi transformasi AirAsia dari maskapai penerbangan digital menjadi platform gaya hidup yang komprehensif untuk semua orang. Aplikasi ini menawarkan lima belas produk dan layanan di bawah tiga pilar utama yaitu travel, e-commerce dan fintech. Aplikasi tersebut juga menawarkan berbagai promo dari paket liburan yang sudah termasuk di dalamnya yaitu tiket pesawat dan akomodasi (Newsroom AirAsia, 2020). CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes berujar bahwa AirAsia selalu menantang orang-orang dan mendemokratisasi penerbangan 19 tahun lalu serta memungkinkan jutaan orang untuk melakukan perjalanan menjelajah.

Selain dari segi mobilitas orang, AirAsia juga turut terlibat dalam melancarkan pengantaran logistik melalui programnya yakni pengiriman paket ke 70 kota di Asia Tenggara, hanya dengan satu jam (Puspa, 2020). Hal ini dilakukan sesuai dengan target untuk membuat pengiriman logistik menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi semua orang sehingga tidak perlu lagi mengkhawatirkan penyebaran logistik yang tidak merata. AirAsia sebagai perusahaan besar yang berinvestasi di Asia Tenggara telah menunjukkan perannya sebagai sebuah mitra yang dapat mewujudkan ASEAN Connectivity

Kesimpulan

Menutup tulisan ini, penulis menarik kesimpulan bahwa hingga hari ini, ASEAN Connectivity masih terbilang hangat untuk dibicarakan karena bila terwujud tentu berimbas pada menguatnya ASEAN Community. Sebagai sebuah maskapai yang tumbuh dan besar serta berinvestasi di ASEAN, AirAsia hadir sebagai mitra yang mengusung bahwa dirinya “Truly ASEAN” selalu membantu mewujudkan program-program ASEAN. Salah satu program tersebut ialah mewujudkan ASEAN Connectivity. Selaras dengan semboyannya yakni “Now Everyone Can Fly”, AirAsia hadir dengan berbagai program dan promonya untuk mendukung konektivitas orang di kawasan Asia Tenggara. Terlepas dari mobilitas orang, AirAsia juga hadir untuk menyalurkan logistik sesuai dengan rute-rute yang dimilikinya. Kemitraan yang dibangun erat ini harus terus dipupuk demi mewujudkan terkoneksinya seluruh masyarakat ASEAN.

DAFTAR PUSTAKA

ASEAN. (2012, 28 Juni). ASEAN Vision 2020. https://asean.org/?static_post=asean-vision-2020 

ASEAN. (2016). Masterplan on ASEAN Connectivity 2025. Jakarta: ASEAN Secretariat.

ASEAN. (n.d.). Connecting ASEAN: An Overview. https://connectivity.asean.org/

Invest Asean. (n.d.). Success Stories: AirAsia Truly Growing, Truly ASEAN

http://investasean.asean.org/index.php/page/view/success-stories

Newsroom AirAsia. (2017, 9 Januari).  AirAsia Celebrates inter-Asean Connectivity with 

New Manila-Jakarta Flight. https://newsroom.airasia.com/news/2018/1/9/airasia-celebrates-inter-asean-connectivity-with-new-manila-jakarta-flights

Newsroom AirAsia. (2018, 1 September). Promo Kursi Gratis AirAsia Siap Diserbu.

https://newsroom.airasia.com/news/2018/9/1/promo-kursi-gratis-airasia-siap-diserbu

Newsroom Airasia. (2019, 9 Agustus). AirAsia Luncurkan Livery ‘Sustainable ASEAN’ 

Sambut HUT ASEAN. https://newsroom.airasia.com/news/2019/8/9/airasia-luncurkan-livery-sustainable-asean-sambut-hut-asean

Newsroom AirAsia. (2020, 8 Oktober). airasia.com is the ASEAN Super App for Everyone

https://newsroom.airasia.com/news/2020/10/8/airasiacom-is-the-asean-super-app-for-everyone

Newsroom AirAsia. (n.d.). About Us. https://newsroom.airasia.com/about-us

Nursastri, Sri Anindiati. (2015, 9 April). AirAsia ASEAN Pass, Bagaimana Cara Kerjanya?.  

Detik Travel. https://travel.detik.com/travel-news/d-2882467/airasia-asean-pass-bagaimana-cara-kerjanya

Pebrianto, Fajar. (2020, 2 Februari). Sepanjang 2019, Penumpang AirAsia Indonesia Naik 52 

Persen. Tempo. https://bisnis.tempo.co/read/1302548/sepanjang-2019-penumpang-airasia-indonesia-naik-52-persen/full&view=ok

Puspa, Anitana Widya. (2020, 23 November). AirAsia Kirim Paket ke 70 Kota di Asia 

Tenggara Cuma 1 Jam. Ekonomi Bisnis. https://ekonomi.bisnis.com/read/20201123/98/1321151/airasia-kirim-paket-ke-70-kota-di-asia-tenggara-cuma-1-jam

Riyandi, Saugy. (2016, 12 Desember). AirAsia Kirim Pesawat Isi Tenaga Medis, Obat, dan 

Makanan ke Aceh. Merdeka. https://www.merdeka.com/uang/airasia-kirim-pesawat-isi-tenaga-medis-obat-dan-makanan-ke-aceh.html 

The ASEAN Declaration (Bangkok Declaration) Bangkok, 8 August 1967.

Denisward Eurico adalah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Dapat ditemukan di Instagram dengan nama pengguna @deniswardeurico

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *