Negara Barat Walk-out dalam Pertemuan Menkeu karena Rusia, Nasib G20 di Ambang Ketidakpastian 

Ilustrasi Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Sebagai bagian dari rangkaian acara menuju KTT G20 di bulan November mendatang, pada Rabu (20/4) lalu, Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari anggota negara-negara G20 kembali digelar untuk kedua kalinya di Washington D.C., Amerika Serikat. Pertemuan ini tak hanya dihadiri oleh negara-negara anggota, namun juga dihadiri oleh para undangan, seperti Ukraina serta organisasi keuangan dan ekonomi internasional maupun regional. 

Agenda dalam pertemuan mencakup pelanjutan dari pembahasan tentang, ekonomi global dan risikonya, masalah kesehatan global, arsitektur keuangan internasional, keuangan berkelanjutan yang sebelumnya telah dibahas dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 pertama di Jakarta. 

Tak berjalan seperti biasanya, pertemuan tersebut diwarnai dengan walk-out oleh delegasi AS, Kanada, dan Inggris yang dilakukan pada saat delegasi Rusia mendapatkan giliran dalam panggung pembicaraan. Aksi ini dilakukan oleh ketiga negara  sebagai bentuk rutukan atas perang yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina. 

“(Aksi ini menunjukkan bahwa) tak akan ada lagi ‘bisnis-seperti-biasa’ bagi Rusia dalam forum ekonomi global, termasuk G20,” tegas Janet Yellen, Menteri Keuangan AS saat ditanya tentang aksi yang dilakukan olehnya beserta delegasinya. 

Senada dengan Yellen, Rishi Sunak, Chancellor Inggris menyatakan dalam tweet-nya bahwa AS, Kanada, dan Inggris bersatu dalam kecaman mereka kepada Rusia yang melancarkan perang terhadap Ukraina. “Kami (AS, Kanada, Inggris) … akan terus mendorong koordinasi internasional yang lebih kuat untuk menghukum Rusia,” ujarnya via Twitter. 

Berbarengan dengan delegasi tiga negara tersebut, Ukraina, yang delegasinya dipimpin oleh Sergeii Marchenko selaku Menteri Keuangan Ukraina, turut melakukan walk-out bersama negara-negara Barat lain seperti Belanda, Prancis, dan Jerman yang bersolider terhadapnya. 

Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Jen Psaki, aksi walk-out ini tak hanya menunjukkan makin terisolasinya Presiden Putin dan Rusia, namun juga menandakan bahwa kini, Rusia telah dianggap menjadi bagian dari kaum pariah dalam panggung internasional akibat perang yang dilancarkannya terhadap Ukraina. 

Walk-out dan Prospek Kegagalan G20

Merespons aksi tersebut, Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun ini menganggap bahwa aksi tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan dalam sebuah pertemuan internasional. “(Melalui aksi ini), anggota mengungkapkan keprihatinan mendalam tentang krisis kemanusiaan serta dampak ekonomi dan keuangan dari perang, (sehingga) menyerukan diakhirinya perang sesegera mungkin,” ungkap Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Indonesia, pada Rabu (20/4)

Meskipun demikian, beberapa pihak mulai khawatir akan keberlangsungan KTT G20 tahun ini. Direktur IMF Kristalina Georgieva menyatakan bahwa momen ini dapat menjadi titik krisis untuk grup ekonomi global ini. “Jelas ada banyak sekali keadaan dan fakta mencemaskan yang harus segera diatasi,” ujarnya. 

Georgieva lalu menambahkan bahwa perselisihan dalam forum ini dapat mempertaruhkan 75 tahun upaya-upaya pembangunan global yang telah dilakukan. Apalagi, beberapa sumber telah menyatakan bahwa Inggris, AS, dan negara-negara barat lainnya telah mendorong konsensus untuk menolak kelanjutan keanggotaan Rusia di G20 dan terus mempertanyakan kehadiran perwakilan Kremlin di pertemuan-pertemuan sebelum KTT.

Berkaca pada peristiwa ini, tidak dapat dipungkiri bahwa aksi walk-out yang dilakukan oleh sejumlah negara anggota ini telah  menciptakan kondisi yang sangat mencemaskan dalam G20. Apabila tidak dimitigasi dengan baik, friksi ini dapat merusak bahkan menggagalkan KTT G20 pada November nanti. 

Oleh karena itu, Indonesia selaku Presidensi G20 harus dapat mengkoordinasi seluruh negara anggota untuk membahas masalah ini sesegera mungkin agar tidak menyisakan catatan buruk bagi Presidensi G20 2022 Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *