Nord Stream 2 Batal Disanksi AS, Ted Cruz Tidak Terima

Ilustrasi pipa gas yang akan menghubungkan Rusia dan Jerman melalui Laut Baltik. Foto: Stefan Sauer/dpa-Zentralbild/dpa

Pada Kamis (22/7), AS mengumumkan kesepakatan dengan Jerman mengenai kontrol penggunaan pipa gas Nord Stream 2 agar tidak digunakan sebagai alat pengaruh politik oleh Rusia terhadap Eropa.

Pipa gas sepanjang 1.230 km yang dibangun di bawah Laut Baltik itu akan menggandakan ekspor gas Rusia ke Jerman. Pembangunan pipa ini dinilai cukup kontroversial.

Ukraina menyatakan bahwa keberadaan pipa gas itu mengancam keamanan mereka dan berpotensi menghasilkan kerugian sebesar US$ 3 miliar per tahun untuk melakukan transit gas. Ukraina juga curiga akan adanya invasi dari Rusia seusai Nord Stream 2 diselesaikan.

Polandia juga menyatakan ketakutan yang sama. Menurut Polandia, lokasi pipa gas yang berada di Laut Baltik meningkatkan ancaman bagi Eropa Timur dan Eropa Tengah.

AS dan Jerman sendiri telah mencapai kompromi yang menjanjikan kompensasi sebesar US$ 50 juta kepada Ukraina dalam bentuk investasi teknologi hijau dan pembayaran biaya transit gas hingga tahun 2024.

Kesepakatan itu adalah kompromi yang dicapai AS dan Jerman setelah AS menolak rencana pembangunan tersebut tetapi tidak ingin merusak hubungan mereka dengan Jerman.

Kesepakatan yang disusun Biden ini adalah kompensasi terbaik yang mampu dilakukan AS untuk meminimalisir kemampuan Rusia menggunakan Nord Stream 2 sebagai alat pengaruh politik.  Kesepakatan ini sendiri mendapat banyak oposisi dari para Republikan di kabinet Biden.

Salah satu dari kandidat Republikan yang menentang kesepakatan tersebut adalah Ted Cruz, senator dari Texas.

Cruz melakukan protes dengan memperlambat persetujuan pengangkatan diplomat krusial yang dibutuhkan dalam resolusi konflik daerah seperti Afghanistan dan Amerika Selatan yang sedang dilanda krisis.

Aksi Cruz yang memperlambat pelantikan dan konfirmasi para diplomat yang bertugas di daerahnya masing-masing telah memaksa Biden untuk mengerahkan pimpinan sementara yang merupakan diplomat-diplomat senior. Hal ini menimbulkan permasalahan berupa beban kerja mereka yang semakin menumpuk akibat tanggung jawab yang semakin besar.

Gerakan Cruz menjadi perwakilan dari keinginan setiap Republikan untuk mogok kerja demi pemenuhan kepentingan mereka dalam mencegah adanya Nord Stream 2. Perpecahan dalam senat ini amat riskan karena memperlambat kemampuan AS beroperasi, namun risiko itu menjadi titik kritis yang dipegang anggota Senat Republikan untuk mendorong Biden membatalkan kesepakatan AS-Jerman tersebut.

Aksi Cruz telah menyebabkan 60 diplomat menganggur karena konfirmasi yang tidak kunjung diumumkan. Walaupun begitu, Biden telah menunjukkan bahwa ia tidak akan membatalkan kesepakatan dengan Jerman atas ketidakinginan adanya perpecahan hubungan antara kedua negara. Tentunya, kebuntuan ini harus dapat diselesaikan dengan segera agar AS dapat menjalankan kembali misi diplomatiknya di seluruh dunia dengan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *