Perang Tak Kunjung Usai, 90 persen Rakyat Tigray Dilanda Kelaparan

Ilustrasi rakyat Tigray yang mengantre untuk mendapat makanan. Foto: Nariman El-Mofty/AP Photo

World Food Programme (WFP) PBB menyatakan bahwa persentase kelaparan di daerah Ethiopia Utara—terutama di daerah Tigray—mengalami peningkatan secara masif selama peperangan.

WFP telah meminta pendanaan sebesar 200 juta Dolar AS kepada PBB guna memberi bantuan kepada sekitar 5,2 juta penduduk Tigray yang sedang kelaparan dan membutuhkan bantuan makanan dan nutrisi secara darurat. Angka tersebut mencapai 90% dari populasi Tigray.

Sementara itu, sekitar 50% wanita mengandung di Tigray mengalami malnutrisi dan tidak mampu memberikan nutrisi cukup pada anak-anak dan bayinya.

Juru bicara WFP Tomson Phiri menyatakan, “WFP khawatir akan dampak konflik terhadap tingkat kelaparan yang amat tinggi. Kami sangat prihatin terhadap jumlah orang yang membutuhkan bantuan nutrisi dan bantuan makanan darurat.”

Tomson Phiri juga menyatakan bahwa WFP telah berusaha melakukan bantuan sebisa yang mereka lakukan dan permintaan kepada PBB adalah salah satu cara mereka untuk membiayai pengiriman makanan yang lebih masif ke Tigray.

Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed, telah menyatakan kemenangan atas Tigray People’s Liberation Front (TPLF) pada bulan November 2020 setelah berhasil menyerang ibukota provinsi Mekelle.

Walaupun begitu, konflik antara daerah Tigray dan Ethiopia berupa penggusuran rakyat asli Tigray oleh militer dan penyiksaan orang yang dianggap pembelot masih terus berlanjut hingga saat ini.

Konflik yang terus berlanjut antara kedua belah pihak merupakan penyebab kelaparan yang meluas ini. Terlebih lagi, disinyalir bahwa pemerintah Ethiopia secara sengaja membuat penduduk Tigray kelaparan untuk memperlemah musuh.

Menurut Mark Lowcock, Koordinator Tingkat Tinggi Bantuan Darurat PBB, kemungkinan adanya bencana kelaparan massal akan menjadi amat tinggi jika Tigray tidak ditangani secara serius dalam dua bulan.

Tim pengirim bantuan yang berusaha menyampaikan bantuan ke daerah Tigray kebanyakan tidak dapat masuk dan dicegat oleh militan-militan tidak dikenal. Tidak dapat dipastikan apakah militan yang mencuri pasokan bantuan ini adalah militer Ethiopia atau sisa-sisa militan TPLF yang kelaparan dan mencari suplai.

Hampir semua daerah Tigray kini sangat membutuhkan bantuan makanan dan nutrisi untuk dapat bertahan hidup. PBB melalui WFP dan juga badan penyalur bantuan tentunya sangat dibutuhkan untuk menyuplai pangan yang cukup, setidaknya bagi penduduk Tigray untuk bertahan hidup. Meski begitu, hal ini akan tetap sulit dicapai jika kedua belah pihak masih berkonflik, yang mengorbankan penduduk Tigray dan perdamaian kawasan kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *