Permintaan Tidak Realistis Rusia dan Ancaman Invasi Ukraina

Ilustrasi Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov. Foto: AP Photo

Senin (11/1), Amerika Serikat dan Rusia melakukan pertemuan di Jenewa. Pertemuan yang mempertemukan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman tersebut akan membicarakan masalah keamanan dan persenjataan di Eropa Timur. Topik bahasan yang menjadi permasalahan utama tentunya berhubungan dengan Ukraina dan masa depan keamanan mereka.

Pertemuan tersebut diwarnai dengan banyaknya permintaan-permintaan dari sisi Rusia yang dinilai berlebihan dan maksimalis. Hal tersebut tercermin dari dua susunan rancangan ringkasan kebijakan yang ditulis oleh Rusia untuk AS dan NATO. Dalam rancangan kebijakan tersebut, terdapat beberapa pasal-pasal yang dapat dipertanyakan dan dinilai kontroversial untuk diberlakukan.

Permintaan Rusia terhadap AS

Permasalahan muncul dari pasal 3 hingga pasal 7 dari keinginan yang disampaikan Rusia ke AS. Dalam permintaan tersebut, Rusia melarang AS untuk melakukan ekspansi NATO ke arah Eropa Timur dan membentuk aliansi dengan negara bekas Uni Soviet. Selain itu, mereka menekankan bahwa AS tidak dapat mempersiapkan senjata, pangkalan militer, atau menjalankan segala aksi yang mempengaruhi pihak lain mengenai masalah keamanan pihak tersebut. Ditambah dengan pembatasan teritori penggunaan senjata, semua pasal ini akan merestrukturisasi sistem militer yang dijalankan AS selama ini.

Rusia secara tidak langsung meminta AS untuk menutup kebijakan open door NATO dan meminta AS untuk tidak terlibat dalam masalah keamanan kawasan non-AS. Dalam pembatasan sendiri, mereka membuat AS tidak dapat mengoperasikan misil nuklir dan persenjataan secara bebas di Eropa, sementara Rusia masih dapat memiliki kemampuan pengoperasian yang optimal.

Permasalahan mengenai penggunaan nuklir kemungkinan besar tidak akan dibahas hingga tuntas dalam pembicaraan ini dan akan dibicarakan di forum lain. Mengetahui keinginan dari Presiden AS Joe Biden yang ingin menghidupkan lagi pembicaraan mengenai pelucutan senjata nuklir, diskusi itu kemungkinan besar akan terlaksana di masa depan. 

Permintaan Rusia terhadap NATO

Dalam artikel dengan nomor yang sama, Rusia meminta NATO untuk menarik pasukan yang ditempatkan di teritori negara yang menjadi anggotanya mulai dari tanggal 27 Mei 1997. Selain itu, mereka melarang penggunaan misil dari teritori yang dapat mencapai teritori negara lainnya. Mereka juga meminta NATO untuk menghentikan ekspansi ke daerah Eropa Timur dan melarang adanya aktivitas militer di daerah Ukraina beserta negara lain di Eropa Timur, beserta daerah buffer zone yang masih dibicarakan lagi.

Secara mendasar, Rusia ingin melucuti keberadaan NATO di Eropa Timur dan mematikan seluruh kemampuan retaliasi serangan dari Eropa Timur. Rusia menghendaki NATO untuk menjalankan komitmen yang mereka tetapkan pada tahun 1997, yang mana mereka tidak akan menaruh pasukan-pasukan di daerah negara yang menjadi anggota pasca 1997.

Rusia menyatakan dalam negosiasi bahwa mereka tidak akan mencapai konsensus melalui kompensasi signifikan. Dengan begitu, mereka menempatkan diri di posisi maksimalis dalam negosiasi ini. Hal yang sama telah disampaikan oleh Sergei Ryabkov, yang menyatakan bahwa diplomasi ini mungkin akan mati hanya dari satu pertemuan di Jenewa. 

Keinginan Rusia yang dinilai tidak masuk akal ini disebutkan sebagai persiapan untuk melakukan invasi. Jika seluruh permintaan yang tidak realistis dari Rusia ini dituruti, AS dan NATO akan kehilangan kemampuan retaliasi militer mereka sepenuhnya di Eropa Timur. Akan tetapi, jika AS dan NATO menolak mentah-mentah, hal tersebut bisa dijadikan alasan oleh Rusia juga untuk menjustifikasi serangan ke Ukraina. Oleh karena itu, negosiasi yang dilakukan oleh AS dalam kondisi ini menghasilkan dua ujung yang amat tidak menguntungkan. Dalam kondisi ini, Rusia menunjukkan bahwa mereka berusaha melakukan negosiasi, tetapi usaha tersebut kelihatannya hanya digunakan untuk menunjukkan bahwa Rusia memiliki “intensi” tetapi tidak pernah berniat mencapai persetujuan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *