Punya Berlebih, AS akan Sumbang 25 Juta Dosis Vaksin

Ilustrasi Presiden Joe Biden. Foto: AP

Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah mengumumkan rencana mereka untuk menyumbang 25 juta dosis vaksin yang tidak terpakai kepada dunia.

Pemerintahan AS telah menyampaikan bahwa 75% dari dosis vaksin tersisa akan disebarkan melalui sistem distribusi vaksin COVAX yang didukung oleh WHO. Sisa vaksin akan disumbangkan secara langsung ke negara dan organisasi yang membutuhkan serta menjadi cadangan vaksin darurat AS.

COVAX sendiri telah menentukan bahwa dari 19 juta dosis yang diperkirakan, mereka akan memberi 6 juta dosis ke Amerika Latin, 7 juta dosis ke Asia, dan 5 juta dosis ke Afrika.

AS menyatakan bahwa sisa 6 juta dosis akan disumbangkan ke negara-negara meliputi Meksiko, Kanada, Korea Selatan, dan lain-lain. Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador telah memberikan konfirmasi melalui cuitan di Twitter bahwa Meksiko akan menerima 1 juta dosis vaksin jenis Johnson & Johnson.

“Selama pandemi masih parah di dunia, orang Amerika masih akan sangat rentan, dan PBB juga berkomitmen untuk memberikan urgensi ke aksi vaksinasi internasional seperti yang telah kita lakukan di AS.” Sebut Biden dalam pernyataan pengumuman rencana penyumbangan vaksin.

Biden menekankan bahwa mereka melakukan distribusi dan penyumbangan tanpa mengharapkan adanya balasan dalam bentuk politik maupun ekonomi. Presiden AS itu menekankan bahwa target AS adalah untuk membantu dunia menyelamatkan nyawa manusia dan mengakhiri pandemi, yang sesuai dengan nilai AS yang ingin ia bawa ke dunia.

Kepemilikan AS atas dosis vaksin yang berlebih sementara banyak negara yang kesulitan mendapatkan dosis vaksin adalah bukti keras ketidakadilan global. Kini AS telah melakukan vaksinasi terhadap 63% orang dewasa dan menargetkan 70% warganya telah divaksin pada tanggal 4 Juli, hari kemerdekaan AS.

AS menjanjikan bahwa distribusi vaksin mereka tidak akan berhenti sampai di sini. AS masih memiliki 60 juta dosis vaksin AstraZeneca buatan lokal yang belum diotorisasi oleh Food and Drug Administration (FDA) yang siap disumbangkan setelah proses otorisasi.

Tentunya gerakan ini adalah gerakan yang ditunggu-tunggu dunia internasional. Pasalnya terdapat banyak permintaan negara lain atas dosis vaksin AS yang berlebih akibat adanya produksi dan pemesanan berlebihan. Walau dinilai agak terlambat, tetapi setidaknya sekarang dunia mendapatkan jatah vaksin ekstra, apalagi semenjak proyek COVAX mengalami sedikit hambatan dan belum mencapai target.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *