Tancap Gas Diplomasi AS, Biden dan Putin Setujui Ekstensi New START

Ilustrasi Joe Biden dan Vladimir Putin. Foto: Alexander Natruskin/Reuters

Joe Biden yang baru naik menjadi Presiden Amerika Serikat tidak mengambil waktu lama untuk memperkuat diplomasi AS. Tanggal 3 Februari ini, Biden menandatangani perpanjangan perjanjian New START yang dijadwalkan untuk kadaluarsa pada tanggal 5 Februari 2021. Perjanjian yang diperpanjang sebanyak lima tahun itu adalah perjanjian yang mengatur mengenai batas kekuatan nuklir yang dimiliki negara terlibat. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Joe Biden dan Vladimir Putin selaku pemimpin kedua negara terlibat.

Diskusi perpanjangan perjanjian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 2017 oleh pemerintahan Trump. Mantan presiden Trump sebelumnya mengecam perjanjian ini karena ia menilai Rusia adalah pihak yang lebih diuntungkan. Bahkan oleh karena alasan itu juga ia keluar dari perjanjian INF (Intermediate-Range Nuclear Force) pada tahun 2018. Hal ini menyebabkan sedikit kemajuan diskusi dan banyak spekulasi matinya perjanjian ini.

Menurut Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken, perpanjangan perjanjian ini adalah salah satu keinginan Presiden Joe Biden untuk meningkatkan keamanan AS di abad ke-21. Inisiatif tersebut membuat Biden cepat membuka ulang diskusi dengan Rusia mengenai New START dan pada akhirnya berhasil dipenuhi dua hari sebelum tanggal kadaluarsanya. Perpanjangan ini dinilai sebagai sebuah kemenangan besar bagi kedua belah pihak dan akan memperpanjang periode stabilitas dan transparansi di kedua pemerintahan. 

Pemerintahan Biden berhasil mencapai perpanjangan perjanjian hanya dalam waktu seminggu diskusi, yakni dimulai dari tanggal 26 Januari 2021 dan ditandatangani tanggal 3 Februari 2021. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan akan apa yang menjadi antikatalis dari diskusi ini pada masa pemerintahan Trump karena bahkan representatif Rusia pun menyatakan bahwa mereka selalu berencana untuk memperpanjang perjanjian New START.

Rusia sendiri telah menyatakan ketidakpuasan setelah Trump memutuskan untuk keluar dari Perjanjian INF. Rusia menilai bahwa Trump dengan sengaja mengusahakan diskusi-diskusi mengenai perjanjian yang membatasi jumlah persenjataan nuklir agar gagal dan tidak diperpanjang. Perpanjangan ini setidaknya akan menenangkan ketegangan antara AS dan Rusia apalagi setelah kasus berkaitan Alexei Navalny.

Perpanjangan perjanjian ini dapat dikatakan sebagai munculnya sentimen untuk mencapai ketenangan dan perdamaian di antara kedua pihak. Hal ini juga menunjukkan adanya keinginan dari AS untuk lebih fokus pada sektor lain di masa pemerintahan Biden. Kita dapat berharap minimnya konflik akan mampu menciptakan kestabilan dan ketentraman dunia yang lebih lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *