Tidak Sudi Dimakzulkan, Imran Khan dan Pendukungnya Kepung Islamabad

Ilustrasi demonstrasi di Islamabad. Foto: Reuters

Pasca pemakzulannya dari jabatan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan telah melakukan sejumlah protes terhadap pemerintahan sah yang kini dipimpin Shehbaz Sharif. Salah satu protes tersebut diorganisasi pada Kamis (26/05) pagi dan diikuti oleh ribuan pendukung Khan yang datang dari segala penjuru Pakistan. Melalui demonstrasi tersebut, Khan dan pendukungnya bertujuan untuk menjatuhkan pemerintah dan menuntut pemilihan umum lebih awal. 

“Saya telah memutuskan bahwa saya akan duduk di sini sampai pemerintah membubarkan parlemen dan mengumumkan pemilihan umum, tetapi dari apa yang saya lihat dalam 24 jam terakhir, mereka (pemerintah) justru membawa bangsa ke arah anarki,” ujar Imran Khan, dilansir dari media massa Dawn. 

Demonstrasi ini didesain untuk dimulai dari kota Pershwar, tempat partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), berkuasa. Dari sana, massa aksi kemudian harus menyeberangi jembatan di perbatasan provinsi untuk menaiki bus atau mobil sebelum dapat berkumpul di pinggiran Islamabad. Sementara itu, Khan bergabung bersama massa aksi secara dramatis, yakni dengan menaiki helikopter yang mendarat di jalan raya di luar kota Mardan yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Islamabad.

Kekacauan Besar di Islamabad

Demonstrasi ini sejatinya telah dilarang oleh pemerintah sejak sehari sebelumnya. Meskipun demikian, Khan dan pendukungnya tetap bersikeras untuk melancarkan aksi mereka dengan dalih bahwa aksi tersebut hanya akan menggunakan metode-metode damai tanpa menimbulkan kekerasan.

Akan tetapi pada kenyataannya, di tengah-tengah perjalanan massa aksi, bentrokan justru meletus di Kota Lahore akibat polisi menembakkan gas air mata terhadap massa yang sedang mencoba untuk melewati jembatan yang ditutup di dekat kota untuk mengejar bus menuju Islamabad. 

Sesampainya di Islamabad, kekacauan pun tak berhenti. Beberapa pendukung Khan dilaporkan kembali berselisih dengan pihak kepolisian Islamabad karena membakar semak-semak yang melapisi jalan raya utama, menyebabkan asap dan api membubung ke langit. Tak hanya itu, kerusuhan juga disinyalir terjadi di beberapa tempat, salah satunya Karachi, di mana para demonstran membakar kendaraan polisi.

Dalam kekerasan yang telah berlangsung, setidaknya dua belas orang demonstrator dan beberapa anggota kepolisian dilaporkan terluka. Khan bahkan mengklaim bahwa lima suporternya telah dibunuh. Hingga kini belum ada respon resmi dari pemerintah terkait hal ini. 

Demonstrasi kemudian diakhiri dengan ultimatum Khan yang menyatakan bahwa jika pemerintah tidak mengadakan pemilihan umum yang baru dalam kurun waktu enam hari, ia akan kembali mengorganisasi demonstrasi di ibukota bersama dengan jutaan pendukungnya. 

Pemerintah Turun Tangan, Blokade Jalan Dengan Kontainer

Merespons demonstrasi yang akan dilakukan oleh Khan dan pendukungnya, Pemerintah Pakistan memilih untuk melakukan tindakan preventif dengan memblokade jalan ke Islamabad menggunakan kontainer agar Khan dan pendukungnya tidak dapat mencapai pusat kota. Tindakan dilakukan sebagai bagian dari janji Perdana Menteri Sharif untuk menghentikan para pengunjuk rasa memasuki ibu kota. 

Selain itu, tindakan legal juga telah diambil oleh pemerintah untuk menangkap lebih dari 1.700 pendukung Khan. Tindakan itu dilakukan setelah seorang polisi tewas pada Selasa dalam penggerebekan di rumah seorang pendukung Khan yang terkenal di Lahore.

Saat ditanya mengenai aksi Khan, Sharif menyebut aksi unjuk rasa itu merupakan upaya untuk “memecah belah bangsa bangsa dan mempromosikan kekacauan.” Jawaban ini selaras dengan tweet-nya pada Rabu (25/05) yang menyatakan bahwa politik dharna yang coba dilakukan oleh Khan dapat mengancam stabilitas dan kemajuan bangsa. 

Protes yang terjadi kali ini bukanlah yang pertama diorganisasi Khan dan pendukungnya. Namun, ini membuktikan bahwa Khan masih populer dan memiliki daya disrupsi terhadap stabilitas Pakistan. Dalam menyikapinya, pemerintah Pakistan harus bisa tegas jika tidak ingin menerima kekacauan lebih lanjut dan dapat memerintah dengan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.