Tiga Hari Sesi Dengar Pendapat, Calon Hakim Ketanji Brown Jackson Hadapi Tanya-Jawab Sengit di Senat AS

Ilustrasi calon Hakim Agung AS Ketanji Brown Jackson. Foto: Getty Images

Pada Rabu (23/3) waktu setempat, calon Hakim Agung AS Ketanji Brown Jackson telah menghadapi hari ketiga sesi dengar pendapat dengan Senat AS. Calon Hakim Agung pilihan Presiden AS Joe Biden tersebut menghadapi tanya jawab yang sengit dengan anggota Komite Kehakiman Senat.

Sesi dengar-pendapat dimulai dari Senin (21/3) dengan pembukaan dari senator panel dan Jackson. Selama tiga hari, Jackson menghadapi sesi dengar-pendapat yang dinilai sebagai sesi paling menegangkan sepanjang sejarah Senat.

Senator dari Partai Republik terus melancarkan serangan bertubi-tubi kepada Jackson agar pengangkatannya dapat dicegah meskipun suara mayoritas di Senat tetap dipegang Partai Demokrat. Bahkan, sesi tanya jawab pada hari terakhir berlangsung selama 22 jam.

Ditekan Republik, Dibela Demokrat

Dalam sesi dengar pendapat, senator dari Partai Republik berusaha mencitrakan Jackson sebagai calon Hakim Agung AS yang lemah. Mereka mencoba mengungkit sejarah Jackson sebagai pengacara tahanan Guantanamo, mengangkat putusannya terhadap kasus pornografi anak yang dianggap lemah, dan mempertanyakan filosofi hukumnya.

Lindsey Graham, senator Republiken dari Carolina Selatan, menuduh Jackson melakukan “hakim aktivis.” Ted Cruz, senator Republiken dari Texas, bahkan berkali-kali menginterupsi Jackson ketika perempuan 51 tahun itu menjawab pertanyaan dari Senat.

Untuk menjawab segala tuduhan dan gangguan tersebut, Jackson menyebut bahwa dirinya adalah orang yang peduli terhadap keamanan umum dan supremasi hukum, baik dari statusnya sebagai seorang hukum, seorang ibu, dan seorang warga AS.

“Saya sangat memedulikan keamanan publik. Sebagai hakim, saya sangat memedulikan kekuasaan hukum dan perlu ada pertanggungjawaban terhadap kejahatan agar masyarakat dapat bekerja sebagaimana mestinya,” ujar Jackson. “Kita semua harus melakukannya (menjaga supremasi hukum) dengan adil sesuai konstitusi,” tambahnya.

“Saya paham bahwa sebagai hakim, di sistem AS, saya punya kekuasaan yang terbatas. Karena itu, saya terus berusaha untuk tetap berada di koridor yang sesuai dengan hukum,” ujar Jackson.

Merespons pertanyaan dari Josh Hawley, senator Republikan dari Missouri, mengenai ketidaktegasannya mengadili kasus pornografi anak, Jackson menjawab, “tuan senator, yang kusesali dari sesi dengar pendapat ini adalah kita membuang-buang waktu hanya untuk fokus kepada satu bagian putusan hukumku saja.”

Partai Demokrat pun memberikan komentar positif kepada Jackson. “Kesabaran dan kebanggaanmu menghadapi perilaku yang ofensif (dari senator Republiken) adalah bukti nyata dari temperamen kehakimanmu,” ujar Dick Durbin, senator Demokrat dari Illinois.

Kejar Pengangkatan Sebelum Pemilihan Senat 2022

Ketanji Brown Jackson, jika terpilih, akan menjadi Hakim Agung pertama yang merepresentasikan perempuan kulit hitam dalam sejarah AS.

Pengangkatannya yang didukung Demokrat juga dianggap akan berjalan mulus karena dengan suara 50:50 yang seimbang dengan Republik, Ketua Senat sekaligus Wapres AS Kamala Harris akan memberikan suara penentuan yang berpihak kepada Demokrat.

Meski beraliran liberal, ia tidak akan mengubah dominasi 6-3 hakim konservatif di Mahkamah Agung AS karena ia akan menggantikan Stephen Breyer yang juga beraliran liberal.

Apapun yang terjadi, Partai Demokrat harus segera mengangkat Jackson sebelum Pemilu midterms 2022. Dikhawatirkan Partai Republik akan memenangkan pemilu sela tersebut, meraih suara mayoritas di Senat AS, dan menganulir pengangkatannya.

Pengangkatan hakim agung perempuan kulit hitam juga merupakan salah satu janji kampanye Joe Biden pada 2020. Pembatalan pengangkatannya dapat berpengaruh negatif terhadap elektabilitas Biden dan Partai Demokrat pada tahun 2024 nanti.

Oleh karena itu, Partai Demokrat sedang berusaha besar-besaran untuk mempercepat penyelesaian debat di Senat, sementara Partai Republik berusaha untuk menghambat atau bahkan menjegal pengangkatannya. Melihat pengalaman pengangkatan Hakim Agung sebelumnya yang juga berdekatan dengan Pemilu, tampaknya Ketanji Brown Jackson akan dapat segera dipanggil sebagai “Justice Jackson”, jika tidak ada hal tidak terduga yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.