Ukraina Menjadi Kandidat Anggota Uni Eropa, Putin Tidak Menolak

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto: Getty Images.

Pada Kamis (23/6) waktu setempat, Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengumumkan bahwa Uni Eropa memberikan status “Kandidat Anggota” kepada Ukraina dan Moldova.

Bagdalam pernyataannya, Michel menyebut bahwa keputusan Dewan Eropa untuk menaikkan status kedua negara merupakan “momen bersejarah.” “Hari ini menjadi langkah penting dalam perjalanan Anda (Ukraina dan Moldova) ke dalam Uni Eropa,” ujarnya.

Sementara itu, satu negara lainnya, Georgia, masih menunggu proses pengangkatan negaranya menjadi Kandidat Anggota Uni Eropa. Meskipun demikian, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen tetap menyebut ketiganya sebagai” bagian dari keluarga Eropa.”

“Keputusan ini memperkuat kami semua,” ujar von der Leyen seperti dikutip oleh BBC News

Respons Kilat Invasi Ukraina 

Peningkatan status Ukraina terlihat berlangsung dengan cepat. Perlu diketahui, bahwa Ukraina baru mendaftarkan diri sebagai kandidat anggota Uni Eropa sesaat setelah Invasi Rusia pada Februari 2022 lalu.

Diakui oleh Uni Eropa, pengangkatan kilat ini dimaksudkan untuk melawan ancaman Rusia yang muncul dari invasinya terhadap Ukraina.

“(Pengangkatan status) ini akan memperkuat Ukraina, Moldova, dan Georgia, dalam menghadapi imperialisme Rusia dan memperkuat Uni Eropa karena (pengangkatan status) menunjukkan persatuan dan kekuatan Eropa menghadapi ancaman eksternal kepada dunia,” ujar von der Leyen

Respons yang sama juga disuarakan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Baginya, naiknya status Ukraina di dalam Uni Eropa diharapkan akan menghapus pengaruh Rusia di dalam Ukraina secara permanen. Warga Ukraina pun juga setuju akan hal serupa.

“Orang yang kutahu mati setiap hari di tangan tentara Rusia,” ujar aktivis Anna Melenchuk. “Karena itu, dukungan Uni Eropa menjadi hal yang penting (bagi Ukraina),” tambahnya.

Sebelumnya, dukungan terhadap Ukraina untuk mendapatkan status kandidat anggota memang sudah mendapat dukungan dari negara-negara anggota Uni Eropa lainnya. Pemimpin tiga negara besar Uni Eropa, yakni Prancis, Jerman, dan Italia baru saja mengunjungi Kyiv minggu lalu untuk menunjukkan dukungan kepada Ukraina untuk mendapatkan status kandidat anggota.

Perlu diketahui, bahwa untuk menjadi kandidat anggota, dibutuhkan suara bulat dari seluruh negara anggota Uni Eropa.

Di sisi lain, meski terjadi dalam konteks invasi Rusia, tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menyuarakan penolakannya terhadap status kandidat anggota Ukraina. 

Putin mengklaim bahwa dia “tidak akan menentang” masuknya Ukraina ke dalam Uni Eropa. “Itu adalah hak berdaulat mereka untuk ikut dengan blok ekonomi atau tidak,” ujarnya.

Hal ini menjadi berbeda dengan sikapnya terhadap usaha Ukraina sebelumnya untuk menjadi anggota NATO. Seperti yang disebutkan, perbedaan sikap ini disebabkan sifat yang berbeda antara NATO sebagai blok keamanan dan Uni Eropa yang memiliki fungsi utama sebagai blok ekonomi.

Jalan Masih Panjang Menuju Keanggotaan Ukraina

Meskipun kini telah memiliki status sebagai Kandidat Anggota Uni Eropa, hal ini tidak berarti  Ukraina pasti akan menjadi anggota penuh Uni Eropa dalam waktu cepat.

Komisi Eropa menegaskan bahwa penerimaan keanggotaan Uni Eropa akan berlangsung secara “meritokratis” dan “sesuai regulasi.” Maksudnya, negosiasi keanggotaan formal tidak akan dilakukan sebelum Ukraina memenuhi syarat reformasi politik dan ekonomi yang diwajibkan oleh Uni Eropa. Dampaknya, proses ini dapat memakan waktu hingga bertahun-tahun.

Di sisi lain, Moldova sebagai negara tetangga Ukraina telah mendaftar dan berproses terlebih dahulu, sehingga terdapat anggapan bahwa tidak mungkin Ukraina “menyalip” Moldova dalam mendapatkan status kandidat anggota ataupun anggota penuh nanti.

Walau demikian, masyarakat Ukraina sadar akan hal itu dan akan terus berjuang. “Ya, kami masih harus melakukan banyak hal untuk menjadi keluarga Eropa, tetapi aku yakin Ukraina akan melakukan yang ia bisa untuk memperjuangkannya,” ujar Walikota Kiev Vitali Klitschko.

Pemberian status kandidat anggota ini menandakan semakin dekatnya Ukraina dengan Barat, khususnya Uni Eropa. Meskipun tidak berfungsi efektif sebagai aliansi keamanan, tetapi Uni Eropa mencakup aspek integrasi di banyak aspek penting kenegaraan selain ekonomi dengan negara lainnya. Dengan dukungan politik yang kuat, Ukraina diprediksi akan mendapat keanggotaan penuh Uni Eropa dalam beberapa tahun kedepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *