Venezuela Tahan Dua Orang yang Diduga Sebagai Tentara Bayaran Amerika Serikat

Ilustrasi artikel. Foto: pixabay.com.

Awal pekan ini, dua warga negara Amerika Serikat ditahan oleh pemerintah Venezuela. Presiden Maduro mengklaim bahwa mereka adalah tentara bayaran pemerintah Amerika Serikat dan Kolombia yang ditugaskan untuk menjatuhkan Maduro dari jabatan, klaim yang kemudian sudah dibantah oleh kedua negara. Video “teroris” yang ditangkap dengan borgol ini disiarkan di televisi milik pemerintah, dengan Presiden Maduro membaca isi paspor milik tentara bayaran yang ditahan tersebut. Tentara bayaran ini berhasil dicegat sesaat mereka meninggalkan Kolombia, dan mendarat sekitar 34 km dari Caracas, Venezuela. Terdapat 13 orang yang tertangkap dan delapan lainnya tewas. Ketika Silverscope USA, penyedia jasa paramiliter yang mempekerjakan orang-orang Amerika tersebut diperiksa, mereka mengatakan bahwa tentara bayaran tersebut bekerja untuk Juan Guaido, Presiden interim tandingan Maduro, yang tentunya dibantah oleh Guaido sendiri.

Pemerintah Maduro telah melaksanakan program pelatihan untuk warga sipil dalam rangka mempersiapkan diri dari spekulasi serangan invasi Amerika Serikat ke Venezuela. Apa yang awalnya tampak seperti ketakutan tak beralasan, tampaknya sudah berubah menjadi sebuah langkah tepat demi melindungi kedaulatan Venezuela. Tidak berlebihan untuk berpikir bahwa Amerika Serikat akan menginvasi Venezuela, mengingat hubungan masa lalu Amerika Serikat yang tak begitu harmonis dengan para pemimpin sosialis yang terpilih secara demokratis di Amerika Latin.

Pemerintah Maduro dan para pendukungnya menyalahkan elit kapitalis dan sanksi internasional atas krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela saat ini. Sebaliknya, oposisi yang dipimpin oleh Guaido mengatakan bahwa krisis ekonomi saat ini terjadi akibat salah kelola pemerintah dan ketergantungan atas minyak yang begitu tinggi. Terlepas dari argumen kedua belah pihak, belum ada resolusi yang dibuat untuk melonggarkan ketegangan. Selama seorang pemimpin yang disetujui Amerika Serikat tidak berkuasa, Amerika Serikat tampaknya akan terus menggunakan metode imperialisnya kepada Venezuela, dengan beberapa pertimbangan seperti besarnya cadangan minyak di Venezuela dan risiko krisis kemanusiaan yang semakin meningkat di perbatasan selatan Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *