Atlet Olimpiade Belarusia: “Far From Home”

Illustration from FPCI UPH

Atlet Olimpiade Belarusia Krystsina Tsimanouskaya, yang dikesampingkan dari Olimpiade Tokyo pada waktu-waktu terakhir, mendapati dirinya berpartisipasi dalam sprint menuju kebebasan dengan bantuan polisi Jepang dan Kedutaan Besar Polandia di Jepang.

Menyusul kritik publik Tsimanouskaya terhadap manajemen timnya yang buruk, yakni yang memaksanya mengikuti perlombaan yang tidak ia persiapkan, ofisial tim Belarusia menariknya dari pertandingan sepenuhnya dengan menyatakan alasan keadaan emosional dan psikologis Tsimanouskaya.

Diberi waktu 40 menit untuk berkemas dan menuju ke bandara dalam keputusan yang dibuat oleh “petinggi”, panggilan telepon berdurasi 10 detik dari neneknya dalam perjalanan ke bandara berhasil mendesaknya untuk tidak kembali ke Belarus sehingga terjadi perubahan situasi mengejutkan. Di bandara, atlet tersebut mendekati polisi dengan permohonan bantuan yang diterjemahkan di teleponnya dan membantunya ke kedutaan Polandia yang memberinya visa kemanusiaan.

Sebagai tanggapan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Maria Adebahr meminta otoritas Belarus untuk menghormati hak-hak dasar demokrasi termasuk kebebasan pers, berekspresi dan media. Duta Besar AS untuk Belarus berterima kasih atas tindakan pihak berwenang Jepang dan Polandia dalam mencegah upaya rezim mendiskreditkan dan mempermalukan atlet.

Walau demikian, Vitaliy Utkin, seorang anggota parlemen Belarusia, menggambarkan perilakunya sebagai tindakan pengkhianatan.

Komite Olimpiade Internasional, yang melarang Presiden Belarusia menghadiri pertandingan sesuai dengan sanksi sementara karena gagal melindungi atlet dari diskriminasi politik, sejak itu mencabut dan mencopot dua pejabat Olimpiade Belarusia karena keterlibatan mereka dalam masalah tersebut.

Tsimanouskaya mengungkapkan harapannya untuk melanjutkan karir olahraganya dan kembali ke Belarus walaupun hal ini tampak jauh dari kenyataan melihat kasus-kasus terbaru yang datang dari negara itu seperti pembajakan Ryanair Penerbangan 4978 dan kematian mencurigakan dari Vitaly Shishov.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *