Banding Ditolak, “Tukang Jagal Bosnia” Ratko Mladic Mendekam di Penjara Selamanya

Ilustrasi peradilan Ratko Mladic pada 8 Juni. Foto: Peter Dejong/AFP

Pada Selasa (08/06) waktu setempat, International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) menolak pengajuan banding Komandan Tentara Republik Srpska Ratko Mladic yang dijuluki “Tukang Jagal Bosnia” terhadap vonis penjara seumur hidupnya atas pembantaian Srebrenica.

Dikutip dari BBC, lima orang anggota panel banding di Den Haag memutuskan bahwa Mladic gagal memberikan bukti yang membatalkan vonis penjara. Di sisi lain, panel tersebut juga menolak banding dari jaksa penuntut yang menginginkan pemberatan hukuman bagi sang “Tukang Jagal”.

Dengan penolakan banding tersebut, Mladic tidak dapat mengajukan banding lagi dan dengan demikian harus menghabiskan sisa hidupnya di penjara atas kejahatan perang yang ia lakukan di Bosnia.

Mladic sendiri sudah bereaksi keras terhadap pengadilan kejahatan perang Bosnia yang ia jalani pada Agustus 2020. Menurutnya, pengadilan tersebut merupakan “anak dari negara-negara Barat”. Pengacaranya juga menyebut bahwa Mladic berada jauh dari Srebrenica ketika pembantaian tersebut terjadi.

Selain itu, Darko Mladic, anak dari Ratko Mladic, menyebut bahwa ayahnya tidak memperoleh keadilan dan menyebut pengadilan tersebut sebagai “sirkus berjalan.”

Sebaliknya, warga Bosnia dan penyintas Pembantaian Srebrenica bereaksi gembira dan emosional terhadap putusan tersebut.

“Aku hidup selama ini untuk menunggu momen ini ketika keadilan ditegakkan oleh mahkamah internasional,” kata Semso Osmanovic, penyintas yang kehilangan 23 anggota keluarganya dalam pembantaian tersebut, “Nantinya, aku berharap bisa membawa anak dan istriku ke Srebrenica, tempat kelahiranku,” tambahnya.

Salah satu media Bosnia di Sarajevo juga memasang judul berita yang spektakuler: “Lihatlah Air Mata Tukang Jagal Ini Ketika Ia Sadar bahwa Ia Akan Mati di Balik Jeruji Besi”.

Ratko Mladic merupakan komandan perang yang menjadi salah satu orang penting dalam Perang Bosnia di pihak Republik Srpska yang beretnis Serb. Di bawah komandonya, tentara Republik Srpska mengepung Sarajevo sejak 1992 hingga 1996 dan meneror warga ibukota Bosnia-Herzegovina tersebut dengan hujan artileri dan penembak jitu.

Namun, tindakannya yang paling brutal ada di Srebrenica ketika tentara di bawah komandonya membantai 8.300 warga beretnis Bosnia. Pembantaian tersebut segera memicu amarah NATO dan memicu serangan udara terhadap Republik Srpska, mengakhiri Perang Bosnia dengan cepat.

Keputusan mahkamah ICTY terhadap Ratko Mladic pun diharapkan menjadi akhir dari drama sang Tukang Jagal Bosnia. Mladic yang sempat lolos dari jerat hukum atas kejahatannya selama 16 tahun sebelumnya, kini dapat dipastikan akan mendekam di penjara selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *