Belum Genap Sebulan, Konflik Kembali Meledak di Palestina

Ilustrasi serangan Israel di Gaza dini hari ini. Foto: CFP

Belum genap sebulan gencatan senjata, konflik kembali meletus di tanah Palestina. Israel telah melakukan serangan udara terhadap daerah Hamas yang ada di Gaza sebagai bentuk retaliasi terhadap kiriman balon peledak.

Serangan dimulai pada Rabu pagi tanggal 16 Juni 2021. Sebelumnya, departemen pemadam kebakaran Israel telah melaporkan banyaknya kebakaran akibat kiriman balon peledak dari Gaza ke Israel.

Serangan ini menjadi titik panas konflik yang sebelumnya sudah mengalami gencatan senjata pada 21 Mei lalu. 

Israel Defence Forces (IDF) menyatakan bahwa pesawat tempur mereka telah diarahkan untuk hanya menyerang pangkalan militer milik Hamas di Khan Yunis dan Kota Gaza. IDF menyatakan bahwa ada gerakan terorisme yang muncul dari markas militansi tersebut dan mereka berani untuk mematahkan gencatan senjata jika gerakan tersebut tidak dihentikan.

Serangan ini menjadi konfrontasi pertama Perdana Menteri Israel yang baru, Naftali Bennett, dengan Palestina setelah mengakhiri 12 tahun pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Konflik diduga dimulai setelah adanya Pawai Yerusalem yang dilakukan oleh Israel untuk merayakan aneksasi Yerusalem Timur pada perang 1967. Persiapan pawai ini diliputi dengan kekerasan polisi Israel yang “membersihkan” jalur pawai dari rakyat Palestina.

Aksi tersebut berhasil melukai 30 rakyat Palestina dan 17 lainnya dipenjara oleh Israel. Pada waktu pawai Yerusalem dilaksanakan pun diwarnai dengan kebencian dikarenakan adanya sahutan-sahutan dan nyanyian bernada rasis, salah satunya adalah seruan “Death to Arabs”.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyatakan bahwa sahutan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat digunakan untuk merepresentasikan Israel. Yair Lapid mengakui bahwa ia menyesal untuk mendengar adanya sahutan rasis dan kasar seperti itu.

“Fakta bahwa ada ekstremis diluar sana yang melihat bendera Israel dan menjadikannya simbol kebencian dan rasisme sangat mengerikan dan tidak dapat ditoleransi. Saya tidak mengerti bagaimana beberapa orang dapat mengibarkan bendera Israel sambil meneriakkan ‘Death to Arab’ di waktu yang sama.” sahutnya melalui pernyataan resmi.

Masih belum dipastikan jumlah korban dan kerusakan dari serangan udara yang berlangsung selama 10 menit itu. Serangan ini menjadi pengingat pada seluruh rakyat Palestina yang sedang berusaha membangun kembali Gaza bahwa gencatan senjata itu amat rapuh dan mereka tetap berada dalam ancaman yang konstan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *