Biden Tegaskan Donasi Vaksin AS “Tanpa Pamrih”

Ilustrasi Presiden AS Joe Biden. Foto: Reuters

Dilansir dari CNN, Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menyatakan bahwa donasi  500 juta dosis vaksin COVID-19 kepada dunia merupakan aksi sukarela yang tidak mengharapkan balas budi. 

Dalam pernyataannya tersebut, Presiden AS ke-46 tersebut menyatakan perbedaan donasi AS dengan donasi vaksin yang berasal dari Rusia dan Tiongkok. 

Biden kemudian menyatakan bahwa sumbangan vaksin ini dapat dikatakan serupa dengan bantuan AS pada masa Perang Dunia II yang diberikan pada negara yang membutuhkan dengan cuma-cuma. 

“Pada saat-saat sulit, orang Amerika mengulurkan tangan untuk membantu. Itulah kami. Pada saat ini, nilai-nilai kami meminta kami untuk melakukan segala yang kami bisa untuk memvaksinasi dunia terhadap COVID-19 . Itu juga untuk kepentingan Amerika sendiri, ” Kata Biden dalam pidatonya di pertemuan negara G7 yang diadakan secara tatap muka di Cornwall. 

Biden juga menyatakan bahwa walaupun AS telah berusaha semaksimal mungkin memberi bantuan, tetap saja tidak akan cukup untuk menyelamatkan seluruh dunia. 

Menanggapi pidato Biden, CEO Pfizer Albert Bourla pun menyerukan kewajiban negara G7 untuk membantu proses vaksinasi. Perlu diketahui 500 dosis vaksin donasi AS adalah produksi Pfizer. 

Albert Bourla memuji inisiatif AS untuk mengambil langkah awal dan memimpin aksi donasi vaksin ini. Menurutnya, gerakan AS ini akan sangat mempercepat proses vaksinasi global. 

Sebelumnya, usaha serupa telah dilancarkan oleh negara seperti Rusia dan Tiongkok yang mendistribusikan vaksin sisa atau vaksin produksi lokal mereka ke dunia. 

Perlu diketahui bahwa donasi vaksin AS diperkirakan akan mencapai sekitar 100 negara di dunia. Distribusi tersebut akan dilakukan baik secara independen atau melalui sarana distribusi vaksin Uni Eropa, yakni COVAX.

Sekitar 200 juta vaksin telah didistribusikan dalam tahap pertama donasi. Sekitar 300 juta vaksin akan didistribusikan kepada negara berpendapatan rendah dan Uni Afrika pada awal 2022 nanti. 

Tentunya berita penyebaran vaksin ini sangat diterima positif oleh negara yang sedang berada dalam krisis COVID-19. Akan tetapi, AS yang terus berkutat pada konsep tanpa pamrih mengakibatkan kecurigaan sendiri pada keinginan sebenarnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *