Dari Fight ke Flight: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan

Ilustrasi dari FPCI UPH

Dua puluh tahun pertempuran dengan triliunan dolar telah dihabiskan dan ratusan ribu tentara tewas—apa artinya semua itu setelah AS akhirnya memutuskan untuk mundur dari Afghanistan? Apakah hal ini merupakan sesuatu yang akan diabaikan, atau sebuah pelajaran yang didapat?

Pasukan AS akan sepenuhnya meninggalkan wilayah itu paling lambat pada 31 Agustus. Menanggapi pertanyaan komitmen yang muncul, Biden mengklarifikasi bahwa tujuan inti misi AS—yaitu untuk menangani serangan teroris 9/11 dan untuk menegakkan keadilan terhadap Osama Bin Laden—telah tercapai sehingga tidak ada kewajiban yang tersisa untuk campur tangan lebih lanjut.

“Tanpa AS, akan ada perang saudara lagi,” kata seorang warga sipil Afghanistan dengan keyakinan kuat bahwa negara itu akan segera runtuh sebagai akibat dari penarikan pasukan tentara AS. Kekhawatiran atas nasib hak-hak perempuan Afghanistan dalam ketakutan akan pengambilalihan Taliban juga semakin menghantui bangsa itu. Biden mengklaim bahwa masa depan Afghanistan berada di bawah wewenang pemerintahan Afghanistan sendiri karena misi inti AS sedari awal bukanlah nation-building. Ia percaya bahwa dengan semua pelatihan dan peralatan yang telah dibantu AS selama dua dekade terakhir, NSF Afghanistan jelas memiliki kapasitas untuk melindungi diri. Namun, mereka sedang menuju ke tempat yang gelap untuk saat ini. Rupanya, Taliban mengambil alih lebih banyak wilayah dari distrik ke distrik—sebuah upaya yang dipercepat setelah pasukan asing pergi.

Pasukan Inggris yang ditugaskan untuk misi NATO telah mengikuti penarikan tersebut dan mengklaim bahwa keputusan AS telah meninggalkan mereka dalam “posisi yang sangat sulit untuk melanjutkan misi itu”. Biden dan Boris menekankan bahwa penarikan pasukan mereka bukanlah akhir dari komitmen mereka pada tindakan kontra-terorisme di Afghanistan. Dukungan diplomatik dan kemanusiaan termasuk bantuan pembangunan akan tetap berfungsi sebagai instrumen utama mereka.

Tahun demi tahun, keputusan penarikan pasukan selalu menghadapi permintaan penundaan. Meskipun demikian, tidak pernah dalam sejarah dan tidak ada negara yang berhasil membangun tempat berdiri yang stabil bagi pemerintah Afghanistan. Taliban tidak tahu tujuan lain selain membangun rezim yang kokoh dari hukum mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *