Demonstrasi Pro-Palestina: Dilarang di Prancis, Dibubarkan di Jerman

Ilustrasi demonstrasi pro-Palestina di Paris. Foto: Philippe Lopez/AFP

Konflik Israel-Palestina yang dimulai dengan agresi Israel ke wilayah Palestina semakin memanas dengan pertukaran serangan antara Israel dan Palestina. Hal ini telah memicu gelombang demonstrasi pro-palestina di berbagai penjuru dunia.

Intrusi teritorial dilakukan di wilayah Sheikh Jarrah oleh Israel untuk mengusir beberapa keluarga di daerah tersebut. Setelah itu, tentara Israel juga seakan sengaja melakukan provokasi dengan menyerbu Masjid Al-Aqsa dan menutup Gerbang Damaskus.

Meski begitu, terdapat beberapa negara Barat yang tetap memberikan dukungannya terhadap Israel. Negara seperti Prancis, Jerman, dan Belanda yang telah menunjukkan dukungan mereka berdasarkan cuitan dari Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Namun di dalam negara-negara pro-Israel masih banyak demonstrasi pro-Palestina. Reaksi negara-negara tersebut terhadap demonstrasi pun relatif tidak setuju dengan keberadaan demonstrasi ini.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin telah menyerukan larangan atas demonstrasi atas dasar takutnya kekacauan demonstrasi 2014 terulang lagi. Berdasarkan perintah larangan dari Darmanin, Prancis telah mengerahkan polisi dengan gas air mata dan meriam air untuk meredam massa demonstran di Prancis. Secara total ada 22.000 demonstran, dengan 3.000 demonstran berada di Paris. Demonstrasi ini sendiri diorganisir oleh Association France-Palestine Solidarite (AFPS), Association of Palestinians Ile de France, CAPJPO- EuroPalestine, dan organisasi masyarakat sipil lainnya.

Pelarangan demonstrasi tersebut kemudian berujung pada penangkapan 51 demonstran oleh Kepolisian Prancis. Pelarangan demonstrasi dan penangkapan ini telah memicu kecaman dari oposisi sayap-kiri Prancis. Elsa Faucillon, salah satu anggota Parlemen Prancis dari Partai Komunis Prancis, bercuit bahwa, “Mendemonstrasikan adalah hak yang harus Anda (Menteri Darmanin) jamin,” dan menambahkan, “Dan dalam kasus ini, mengingat keheningan negara kita tentang alasan penyerangan, itu bahkan tampaknya menjadi kewajiban bagi saya!”

Sementara itu di Jerman, polisi juga membubarkan protes pro-Palestina yang berlangsung di Berlin dan Frankfurt. Bedanya di Jerman, mereka menggunakan alasan bahwa ribuan demonstran berpadat-padatan tidak memenuhi protokol kesehatan. Tercatat sekitar 59 orang ditangkap oleh Kepolisian Jerman. Selain itu, juga terdapat kekhawatiran di Jerman dan negara Eropa lainnya bahwa demonstrasi ini akan memicu gelombang anti-semit terhadap kaum Yahudi di Eropa.

Kekhawatiran dan tuduhan anti-semit tersebut berakar pada pengalaman kaum Yahudi yang mengalami holocaust pada Perang Dunia II. Padahal, kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda dan merespon permasalahan yang berbeda pula. Masalah yang sedang dihadapi sekarang adalah kejahatan kemanusiaan yang disebabkan oleh kaum zionis—yang justru menyerupai kekejaman yang pernah mereka rasakan dahulu.

Terlepas dari segala bentuk pelarangan dan pembubaran demonstrasi, demonstrasi untuk menunjukkan solidaritas terhadap Palestina terus terjadi di berbagai kota di seluruh dunia. Bahkan, jumlah demonstrasi terus meningkat seiring dengan intensitas konflik yang menyebabkan semakin banyak pelanggaran HAM dan semakin banyak korban jiwa, terutama di pihak Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *