Dukung Penarikan Dari Afghanistan, Senat Fasilitasi Imigrasi Tenaga Penolong Tentara ke AS

Ilustrasi warga Afghanistan yang menjadi tenaga penolong bagi AS. Foto: Christopher Pledger/The Telegraph

Kamis (29/7), Senat AS menyetujui dengan suara bulat program untuk meningkatkan jumlah visa bagi warga lokal Afghanistan yang memberikan bantuan pada AS di Perang Afghanistan.

Program ini akan mempermudah beberapa persyaratan pembuatan visa, yang menjadi hal krusial karena tingginya tekanan Taliban usai mundurnya pasukan AS dari Afghanistan.

Program yang membuka 8.000 kuota visa dan memberikan bantuan sebesar US$ 500 juta untuk keperluan relokasi warga Afghanistan ini akan dimulai sebelum akhir bulan Juli.

Sebagai bagian dari usaha perang, AS memang seringkali menjanjikan kemudahan mengungsi bagi warga lokal yang menolong usaha perang AS. Pertolongan tersebut sendiri dapat berupa menjadi penerjemah, informan, hingga mata-mata. Hal tersebut dinyatakan sebagai balas budi terhadap bantuan mereka.

Bantuan yang akan diberikan berupa daerah pemukiman, transportasi, dan kebutuhan pokok lainnya. Pengungsian akan dilakukan seiring dengan hengkangnya pasukan AS dari Afghanistan yang diperkirakan selesai pada tanggal 31 Agustus.

Senator Republikan Richard Shelby menyatakan bahwa akan “memalukan” jika AS tidak membantu sekutu mereka dari Afghanistan, ia juga menyatakan kemungkinan mereka diburu oleh Taliban setelah pasukan AS meninggalkan Afghanistan. Sentimen serupa disampaikan Pemimpin Senat Republikan Mitch McConnell yang menyatakan bahwa ini adalah perwujudan janji balas budi AS kepada pejuang Afghanistan yang telah berkorban demi membantu AS melawan teroris.

Presiden AS Joe Biden menyatakan bahwa AS tetap berkomitmen untuk membantu orang Afghanistan, termasuk memenuhi komitmen AS kepada warga Afghanistan yang membantu pemerintahan AS. Ia sendiri diperkirakan akan menyetujui program ini dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, sekitar 2.500 warga lokal Afghanistan yang terdiri dari keluarga penerjemah telah diterbangkan ke AS dan sedang menjalani proses pembuatan visa. Visa yang akan mereka terima adalah Special Immigrant Visa (SIV) yang diberikan khusus untuk imigran yang telah membantu AS dalam peperangan.

Pendaftar SIV sendiri dipastikan terdapat sekitar 20.000 orang dan belum setengah dari mereka telah menjalani langkah pertama dari proses pembuatan SIV. Okupansi Taliban yang makin meluas mendorong AS untuk mempercepat proses pembuatan SIV karena jumlah SIV yang dibutuhkan amat banyak.

Pemberian visa dan relokasi warga lokal Afghanistan menjadi salah satu program AS untuk mencegah korban jiwa yang dibunuh Taliban, sekaligus untuk membalas budi warga lokal yang membantu AS dalam peperangan. Joe Biden dan seluruh anggota senat pun mengerti bagaimana krusialnya proses ini dijalankan sebelum AS dapat keluar sepenuhnya dari Afghanistan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *