Facebook, Instagram, dan Whatsapp Down: Pengingat Bahaya Monopoli Big Tech

Ilustrasi Mark Zuckerberg. Foto: Getty Images

Pada hari Senin (4/10), terjadi kesalahan server pada pengaturan situs utama Facebook yang menyebabkan situs Facebook beserta anak perusahaan Facebook seperti Whatsapp dan Instagram tidak dapat diakses. Gangguan terjadi pada jam 22.39 WIB dan baru berhasil diperbaiki pada pukul 04.45 WIB.

Gangguan ini menjadi gangguan terparah dalam server Facebook sejak tahun 2008. Gangguan diduga merupakan hasil dari kesalahan dalam pembaruan sistem border gateway protocol (BGP) yang bermasalah. Pembaruan seluruh aplikasi anakan Facebook, termasuk Whatsapp dan Instagram mengalami gangguan dalam instalasi yang memaksa pengguna untuk menginstal ulang aplikasi atau bahkan menunda pembaruan.

Pengaruh yang diberikan pun tidak sebatas Whatsapp dan Instagram saja, namun menjalar ke situs dan aplikasi yang bekerja sama dengan Facebook. Seluruh sistem login melalui Facebook tidak berfungsi, hal ini tentunya mengakibatkan gangguan kecil di server Google, TikTok, dan Snapchat, walau aplikasi tersebut masih dapat beroperasi.

Diperkirakan bahwa Facebook menderita kerugian sebesar 60 juta dolar AS dan Mark Zuckerberg sendiri sebesar 6 miliar dolar AS. Hal ini juga membuat harga saham Facebook turun 5% di pasar saham.

Gangguan Facebook membuat banyak penggunanya berpindah ke Twitter dan Reddit untuk meluapkan frustrasi. Akun Twitter resmi Twitter dan Reddit pun menyampaikan cuitan-cuitan yang menyindir masalah gangguan Facebook tersebut. 

Kesialan Facebook pun tidak berhenti disitu, sebab sehari setelah mengalami gangguan server, mantan pekerja Facebook, Francis Haugen, menjadi whistleblower membeberkan rahasia-rahasia mengenai bisnis Facebook. Haugen memanfaatkan animo yang tinggi setelah gangguan Facebook untuk membeberkan praktik-praktik Facebook dalam menampilkan informasi yang dinilai tidak etis. Salah satunya, ia menuduh Facebook menyusun konten yang mengeksploitasi rasa marah, sehingga menyebabkan orang menyebarkan berita yang belum tentu benar. Hal ini ia utarakan terjadi di Whatsapp dan juga Instagram, ia menyatakan bahwa Facebook tahu akan permasalahan data yang tidak benar ini, tetapi memilih diam karena penyebaran hoaks menjadi satu hal yang menunjang penggunaan aplikasi Facebook dan anakannya.

Monopoli Facebook 

Satu hal yang dapat dilihat dari kondisi Facebook sekarang adalah Facebook mengakuisisi banyak perusahaan, sehingga memiliki banyak aplikasi penting. Pembelian Instagram dan Whatsapp contohnya, makin memperkuat posisi Facebook di pasar. Permasalahannya adalah, hal ini seolah membuat Facebook menjadi pengontrol kebanyakan hal di internet dan memberi mereka kemampuan monopolisasi internet itu sendiri. Gagal dan melambatnya operasi situs lain karena gangguan Facebook harusnya dapat menjadi contoh kenapa monopolisasi akan situs internet oleh satu penyedia saja menjadi hal yang buruk.

Anggota kongres AS, Alexandra Ocasio Cortez sendiri menyatakan bahwa perilaku Facebook amat anti kompetitif dan monopolistik. Ia menyatakan bahwa aksi Facebook membeli perusahaan kecil lain menunjukkan seberapa Facebook takut untuk berkompetisi dengan mereka.

“Jika perilaku monopolistik Facebook dihentikan dari awal (ketika Facebook membeli Instagram), kemungkinan besar kumpulan orang yang bergantung pada Whatsapp dan Instagram untuk berkomunikasi atau berbisnis bisa baik-baik saja sekarang. Untuk itu, mereka perlu dipecah.” cuit Cortez di Twitter,

Permasalahan yang sama juga pernah dipermasalahkan oleh Presiden AS Joe Biden yang menyatakan bahwa kapitalisme tanpa kompetisi bukanlah kapitalisme, tetapi eksploitasi. Presiden Biden sendiri melihat bahwa monopolisasi situs dan aplikasi kecil oleh perusahaan besar ini berbahaya dalam menjaga kondisi pasar yang sehat.

Pada bulan Juli 2021 lalu, Joe Biden mengeluarkan perintah eksekutif kepada Federal Trade Commision (FTC) AS untuk meregulasi lebih ketat keberadaan perusahaan besar di AS. Biden menekankan bahwa FTC perlu lebih aktif dalam menghentikan aksi merger “tak berkualitas” yang terjadi di era pemerintahan Trump. Hal ini tentunya usaha Biden untuk mencegah adanya perusahaan yang memegang kekuasaan monopolistik seperti Facebook di dalam pasar lagi. Hal tersebut tentunya akan membunuh banyak kompetisi yang ada dan tidak memberikan ruang bagi pengembang kecil dan menengah untuk bisa aktif dalam pasar komoditas.

Gangguan server Facebook menunjukkan seberapa besar pengaruh Facebook dalam dunia maya masyarakat dunia. Kondisi yang menunjukkan monopoli Facebook ini menjadi berbahaya karena membuat adanya kontrol tinggi Facebook atas layanan dunia maya bagi publik. Gangguan server patut dijadikan sebagai contoh tentang kendali atas pasar yang berlebihan dan monopolistik dapat merugikan masyarakat luas dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *