Masih Hidup, Aung San Suu Kyi Muncul di Pengadilan Myanmar

Ilustrasi Aung San Suu Kyi. Foto: Athit Perawongmetha/Reuters

Mantan pemimpin de jure Myanmar, Aung San Suu Kyi, telah muncul di hadapan publik untuk pertama kalinya untuk mengikuti persidangan di pengadilan Naypyidaw. Ini merupakan kali pertamanya ia muncul di hadapan publik setelah kepemimpinannya dikudeta oleh junta militer pimpinan Min Aung Hlaing pada 1 Februari 2021 kemarin.

Diketahui sebelum kemunculan publik ini, Aung San Suu Kyi tengah menjalani masa tahanan rumah yang berlangsung selama empat bulan. Ia tetap diberi waktu untuk melakukan konsultasi dengan pengacaranya sebelum sidang.

Sidang yang dilakukan oleh pengadilan Naypyidaw masih belum menetapkan hasil, tetapi Aung San Suu Kyi dituduh bersalah atas berbagai tuduhan, termasuk melanggar hukum rahasia negara.

Aung San Suu Kyi merupakan pimpinan pimpinan dari partai National League of Democracy (NLD). Ia kini menerima tuduhan dari militer Myanmar yang menyatakan adanya kecurangan yang menyebabkan kemenangan partai NLD pada pemilu Myanmar pada bulan November 2020.

Panitia monitor pemilu menyatakan bahwa pemilu dilaksanakan dengan bebas dan adil, serta segala tuduhan kecurangan atas Aung San Suu Kyi bermotivasi politis.

Walau begitu, junta militer Myanmar yang melakukan kudeta telah berhasil membunuh lebih dari 800 orang dan menahan 4.000 orang pro-demokrasi dilansir dari grup monitor Assistance Association for Political Prisoners (AAPP).

Selain tuduhan atas kecurangan yang dilakukan pada masa pemilu, tuduhan yang dijatuhkan kepada mantan peraih medali nobel itu adalah tuduhan mengimpor radio ilegal dan melanggar tata tertib anti COVID-19.

Dalam persidangannya, Aung San Suu Kyi ditemani oleh mantan Presiden Win Myint dan mantan walikota Naypyidaw, Myo Aung.

Mereka diwakilkan oleh tim hukum yang sekaligus merepresentasikan partai NLD. Pasalnya, jika pengadilan memvonis Aung San Suu Kyi sebagai pimpinan NLD bersalah atas tuduhan terkait, partai NLD mengalami ancaman untuk dibubarkan.

Tim hukum menyatakan bahwa kondisi seluruh klien mereka, termasuk kondisi Aung San Suu Kyi, masih sehat dan tidak ada paksaan dari sisi manapun untuk mengikuti persidangan ini. Mereka juga menyatakan bahwa Aung San Suu Kyi berharap semua penduduk Myanmar sedang dalam kondisi sehat.

Aung San Suu Kyi melalui pernyataan yang disampaikan Khin Maung Zaw menyatakan keteguhannya untuk mempertahankan partai NLD, “Partai kami berkembang dari rakyat dan akan terus ada selama ada dukungan dari rakyat”.

Perawakan Aung San Suu Kyi yang sehat dan kehadirannya di publik mengisyaratkan tidak adanya penganiayaan selama masa tahanan. Sekarang, seluruh negara Myanmar kini berfokus untuk melihat hasil persidangan yang akan mengubah dinamika politik Myanmar yang akan berpengaruh ke keberlangsungan krisis yang sedang terjadi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *