Menembus Selubung Narasi: Bagaimana Open-Source Intelligence Mengungkap Dampak Perang Ukraina-Rusia yang Sesungguhnya

Ilustrasi tentara Ukraina menjaga check-point di Brovary. Foto: Marcus Yam/Los Angeles Times

Invasi besar yang dilakukan oleh Rusia terhadap wilayah berdaulat Ukraina telah memasuki hari ke-18 per 13 Maret 2022 setelah dimulai pada 24 Februari 2022 silam. Selama durasi ini, kedua pihak telah melakukan saling klaim mengenai kerugian yang menimpa kedua kombatan. Di satu sisi, Ukraina mengklaim bahwa lebih dari 10 ribu tentara Rusia telah tewas, puluhan pesawat telah berhasil ditembak jatuh, dan ribuan kendaraan dari bermacam-macam jenis telah dihancurkan atau ditangkap (Kyiv Independent, 2022). Di sisi lain, Rusia pada awal Maret mengklaim bahwa mereka telah kehilangan ratusan nyawa dan lebih dari seribu personel terluka (Gilbody-Dickerson, 2022). Pihak intelijen Amerika Serikat juga memberikan estimasi korban pihak Ukraina maupun Rusia yang berkisar di angka ribuan. 

Adanya banyak klaim ini membingungkan banyak pihak, terutama bagi pihak-pihak yang ingin memberikan asesmen mengenai perang ini berdasarkan fakta. Meskipun demikian, proliferasi open-source intelligence (OSINT) di konflik ini memberikan potensi bagi banyak pihak untuk mendapatkan data kerugian pihak kombatan atau peristiwa lain di konflik ini secara akurat. Selain itu, OSINT juga memiliki potensi untuk mematahkan monopoli informasi yang dilakukan oleh negara atau aktor-aktor lainnya dalam membentuk narasi suatu peristiwa. 

OSINT didefinisikan sebagai pengumpulan dan analisis data yang dikumpulkan dari sumber terbuka dan tersedia secara umum untuk menghasilkan intelijen yang dapat ditindaklanjuti. Sumber-sumber yang dapat digunakan untuk mendapatkan OSINT sendiri dapat berupa media massa, internet, ataupun sumber-sumber lain yang dapat diakses dengan mudah. Proliferasi teknologi seperti media sosial, smartphone, fotografi dari satelit telah memungkinkan banyak pihak untuk melihat secara langsung medan peperangan. OSINT di lingkungan umum sendiri mulai mencuat pada saat Perang Sipil Suriah ketika beberapa individu amatir mulai menggunakan data-data yang tersedia secara publik untuk melihat bagaimana perang tersebut berlangsung. Salah satu individu tersebut adalah Eliot Higgins yang kemudian mendirikan Bellingcat, sekelompok peneliti, penyelidik dan “wartawan warga” yang didanai oleh berbagai badan amal yang sekarang memiliki 18 karyawan tetap (The Economist, 2021). Individu lain yang cukup terkenal di komunitas OSINT adalah akun bernama “Calibre Obscura” di media sosial Twitter yang masuk ke dunia OSINT akibat frustrasi dengan media-media umum yang tidak memberikan perhatian ke medan peperangan di Suriah (Schwartz, 2022).

Dalam Perang Ukraina-Rusia, OSINT sangat berguna dalam memantau pergerakan pasukan dan kerugian yang dialami. Akun Twitter bernama “Coupsure”—yang aktif di lingkungan OSINT amatir—pada Desember 2021 silam menemukan video dari pengguna aplikasi TikTok yang memperlihatkan pergerakan peralatan militer Rusia di kota Klintsy di Bryansk Oblast, Rusia. Akun tersebut kemudian mencari pangkalan militer Rusia di dekat daerah tersebut menggunakan alat OSINT khusus dan dapat mengidentifikasi pangkalan militer di sana. Langkah yang dilakukan selanjutnya adalah menggunakan citra satelit lama untuk membandingkannya dengan yang terbaru untuk menangkap kemungkinan pergerakan pasukan. Hasil dari analisis Coupsure kemudian menunjukkan awal dari invasi Rusia ke Ukraina jauh sebelum invasi benar-benar dimulai (Kannan, 2022). 

Akun Twitter lain yang turut dalam menganalisis OSINT di Perang Ukraina-Rusia adalah “Oryx” melalui laman web-nya yang bernama oryxspioenkop.com. Di dalam laman web tersebut, Oryx mendokumentasikan kerugian peralatan yang dialami oleh Rusia dan Ukraina— baik kerugian yang disebabkan oleh dihancurkan musuh, ditinggalkan, ataupun diambil musuh. Berbeda dari klaim pihak Ukraina maupun Rusia, Oryx mengungkapkan bahwa kerugian peralatan yang dialami oleh pihak Rusia berada jauh di bawah jumlah yang diklaim oleh Ukraina karena masih berkisar di antara angka 1000-an dan hanya ada belasan pesawat terbang yang terkonfirmasi jatuh; di sisi lain, Oryx juga mengungkapkan bahwa Ukraina telah kehilangan ratusan unit peralatan militer (Oryx, 2022). Oryx sendiri yang merupakan sebuah wadah kolaborasi dari berbagai analis OSINT amatir dengan menggunakan video yang beredar secara umum, ciri fisik, dan geolokasi untuk menentukan apakah terjadi double-counting kerugian maupun menentukan apakah kerugian yang didokumentasikan tersebut merupakan kerugian baru. Ciri-ciri fisik seperti insignia ataupun modifikasi yang ada juga digunakan untuk menentukan afiliasi maupun unit yang mengalami kerugian tersebut (Kemal, 2021). Hal ini menunjukkan bahwa adanya OSINT yang bersifat open-source dan kolaboratif dapat menjadi alat untuk mengungkap fakta-fakta di balik narasi yang digaungkan oleh pihak-pihak yang berkonflik.

Penggunaan lain dari OSINT adalah untuk memantau Perang Ukraina-Rusia adalah melacak penggunaan senjata api oleh kedua belah pihak, kehadiran prajurit asing, maupun penggunaan senjata berat. Akun “Ukraine Weapons Tracker” di Twitter menggunakan foto maupun video yang beredar di media sosial untuk melacak persenjataan yang dikirimkan oleh negara-negara Barat ke Ukraina, mendokumentasikan kerusakan yang disebabkan oleh serangan dari pihak Ukraina maupun Rusia, dan membongkar disinformasi/misinformasi mengenai persenjataan yang digunakan. Selain itu, OSINT juga berguna dalam mengidentifikasi kejahatan perang maupun pelanggaran hak asasi manusia lainnya yang terjadi di dalam konflik. 

Berdasarkan artikel yang dimuat di laman berita The Guardian, komunitas OSINT telah mengumpulkan beberapa bukti bahwa militer Rusia menyasar pemukiman warga sipil dan menggunakan senjata cluster dalam serangannya. Senjata cluster adalah jenis senjata yang menyebarkan sejumlah besar sub-munisi yang lebih kecil di atas target, sub-munisi ini kemudian menyebar dan meledak di area yang lebih luas, meningkatkan potensi korban (Higgins, 2022). Komunitas OSINT Bellingcat menemukan beberapa bukti video yang menunjukkan serangan ke pemukiman warga sipil. Video-video tersebut kemudian diteliti oleh periset di Bellingcat yang menyimpulkan bahwa serangan tersebut menggunakan senjata cluster (Sabbagh, 2022).

Proliferasi OSINT yang bersifat open-source dan kolaboratif oleh pihak-pihak amatir di dalam Perang Ukraina-Rusia telah memungkinkan adanya demokratisasi informasi yang secara tradisional dimonopoli oleh pihak negara ataupun media umum lainnya. Selain sebagai cara untuk melakukan asesmen terhadap dampak material dari perang, OSINT juga memiliki peran penting dalam mengidentifikasi kejahatan perang atau pelanggaran hak asasi manusia lainnya, yang mana hal tersebut akan menjadi bukti penting dalam penyelidikan dan proses hukum yang akan berlangsung. 

Meskipun demikian, demokratisasi informasi yang didasarkan pada informasi yang dapat diperoleh secara mudah tersebut memiliki potensi untuk terperangkap dalam disinformasi maupun propaganda, yang mana hal ini akan menghasilkan adanya misinformasi pada analisis OSINT. Beberapa outlet OSINT yang sudah populer berusaha memitigasi hal tersebut melalui proses verifikasi yang ketat dan menghapus publikasi ataupun postingan jika terbukti tidak sengaja menyebarkan disinformasi/misinformasi. Risiko lain yang dapat muncul dari adanya OSINT yang dapat diakses oleh publik adalah terungkapnya informasi yang seharusnya bersifat rahasia, yang mana terungkapnya informasi tersebut dapat membahayakan nyawa. Terlepas dari risiko-risiko tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi seperti media sosial dan internet memiliki peran penting dalam membuka tabir fog of war yang sering kali menyelimuti konflik.

Referensi:

Gilbody-Dickerson, Claire (2022, 10 Maret). How many Russian soldiers have died in Ukraine? What both sides are saying about Putin’s losses in the war. iNews UK. https://inews.co.uk/news/world/russian-soldiers-how-many-died-ukraine-putin-losses-troops-war-explained-1508961

Higgins, Eliot (2022, 11 Maret). These are the Cluster Munitions Documented by Ukrainian Civilians. Bellingcat. https://www.bellingcat.com/news/rest-of-world/2022/03/11/these-are-the-cluster-munitions-documented-by-ukrainian-civilians/#:~:text=There%20have%20been%20multiple%2C%20verifiable,increasing%20the%20potential%20for%20casualties.

Kannan, Saikiran (2022, 08 Maret). Open-source intelligence comes of age for near real-time coverage of Russia-Ukraine war. India Today. https://www.indiatoday.in/world/russia-ukraine-war/story/osint-open-source-intelligence-comes-of-age-for-near-real-time-coverage-of-russia-ukraine-war-1922235-2022-03-08

Kemal (2022). 13 Maret 2022. https://twitter.com/kemal_115/status/1502981880471343106?s=20&t=J81_htU03WlegSO1MzK7QA

Kyiv Independent (2022). 13 Maret 2022. https://twitter.com/KyivIndependent/status/1502950839622721537

Oryx (2022, 13 Maret). Attack On Europe: Documenting Equipment Losses During The 2022 Russian Invasion Of Ukraine. Oryx. https://www.oryxspioenkop.com/2022/02/attack-on-europe-documenting-equipment.html

Sabbagh, Dan (2022, 2 Maret). Researchers gather evidence of possible Russian war crimes in Ukraine. The Guardian. https://www.theguardian.com/world/2022/mar/02/researchers-gather-evidence-of-possible-russian-war-crimes-in-ukraine

Schwartz, Leo (2022, 07 Maret). Amateur open-source researchers went viral unpacking the war in Ukraine. rest of world. https://restofworld.org/2022/osint-viral-ukraine/

The Economist (2021, 07 Agustus). Open-source intelligence challenges state monopolies on information. The Economist. https://www.economist.com/briefing/2021/08/07/open-source-intelligence-challenges-state-monopolies-on-information

Maula Mohamad Haykal adalah mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Airlangga. Dapat ditemukan di Instagram dan Twitter dengan nama pengguna @maulahk dan @shitpostmemz

Leave a Reply

Your email address will not be published.