Panasnya Telepon Pertama Joe Biden dan Xi Jinping

Ilustrasi Joe Biden dan Xi Jinping. Foto: AFP

Untuk pertama kali sejak pelantikannya pada 20 Januari yang lalu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengadakan percakapan dengan Pemimpin Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping melalui telepon. Dilansir dari Financial Times, Gedung Putih menyebut bahwa percakapan kedua pemimpin negara tersebut dilakukan pada pada Rabu (10/2) malam waktu setempat. Percakapan ini mengangkat isu hubungan AS-Tiongkok kembali ke permukaan, terutama karena Biden mengkonfrontasi berbagai isu-isu domestik Tiongkok yang memantik kritik internasional.

Mengutip CNN, Biden memprioritaskan pembahasan isu-isu ekonomi dan militer di dalam percakapan tersebut. Ia mengatakan bahwa pemerintahannya akan memprioritaskan perlindungan terhadap rakyat AS dan mempertahankan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Ia juga menyebutkan beberapa isu yang berpeluang untuk mendorong pembentukan kerja sama dengan Tiongkok, seperti perubahan iklim dan proliferasi nuklir. Di lain sisi, Biden juga mengkonfrontasi Xi Jinping mengenai isu-isu penyalahgunaan teknologi, perdagangan tidak adil, pelanggaran HAM, dan perilaku agresif Tiongkok di kawasan Asia—terutama Taiwan. Secara khusus, konfrontasi Biden juga diarahkan kepada pelanggaran HAM di Uyghur dan aksi represif terhadap pendemo Hong Kong dengan menyebut bahwa konfrontasinya tersebut “bukan masalah nilai-nilai Amerika, tetapi nilai-nilai universal”.

Membalas konfrontasi itu, Xi Jinping menjelaskan bahwa masalah Taiwan, Hong Kong, dan Xinjiang adalah masalah domestik Tiongkok. Sebaliknya, ia mengajak Biden untuk melanjutkan dialog AS-Tiongkok serta mengedepankan kerja sama. Dilansir dari South China Morning Post, Xi Jinping menyebut bahwa kerja sama hanyalah cara yang baik dan tepat untuk menyelesaikan perselisihan antara kedua negara. Ia juga menyebut bahwa pandangan yang berbeda antara Tiongkok dan AS terhadap sejumlah isu dapat diselesaikan dengan “sikap saling menghormati, perlakuan setara, dan penanganan isu tersebut secara konstruktif”.

Percakapan Biden dengan Xi Jinping merupakan satu dari sejumlah rangkaian percakapan Biden ke kepala negara di dunia setelah dirinya dilantik sekitar tiga minggu yang lalu. Mengutip Politico, percakapan dengan Xi yang diadakan relatif lama setelah pelantikan mengundang pertanyaan mengenai apakah AS akan memberikan jalan bagi Tiongkok untuk tancap gas dalam menjalankan agendanya terlebih dahulu. Meskipun demikian, Gedung Putih memang menyebut bahwa Biden bersikap hati-hati dalam berbicara dengan Tiongkok dan semua diskusi yang telah dilakukan dengan sekutu-sekutu AS sebelumnya menempatkan Biden dalam posisi yang lebih kuat untuk bernegosiasi dengan Tiongkok.

Namun, percakapan yang ada tidak selamanya berjalan dengan alot: Joe Biden juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek kepada Xi Jinping. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *