Pawai Para Perempuan

Ilustrasi dari FPCI UPH

Hari Perempuan tahun ini diwarnai dengan berbagai protes di Polandia. Pada tanggal 8 Maret, kerumunan orang berkumpul di Warsawa untuk menuntut liberalisasi undang-undang aborsi setelah larangan aborsi total mulai diberlakukan pada Januari. Sementara di ujung dunia yang lain, lusinan aksi unjuk rasa terbentuk di seluruh Australia pada awal pekan ini untuk memprotes kekerasan seksual dan pelecehan terhadap perempuan di negara itu, yang berpusat di sekitar parlemen Australia. Demikian pula di Inggris, kematian seorang wanita telah memicu protes yang menyerukan perubahan sikap terkait budaya pelecehan seksual.

Berita tentang penemuan tubuh Sarah Everard pada 10 Maret mengejutkan Inggris dan seluruh dunia. Tujuh hari sebelumnya, seorang eksekutif pemasaran yang berusia 33 tahun itu dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah temannya di London Selatan untuk pulang dengan berjalan kaki. Kasus ini menjadi pusat perhatian karena orang yang dicurigakan memiliki hubungan dengan pembunuhan ini adalah Wayne Couzens, yakni seorang polisi yang sedang aktif bertugas.

Pada 13 Maret, sebuah aksi diadakan di daerah di mana Everend terakhir terlihat. Ratusan perempuan termasuk kelompok aktivis hadir untuk memberikan penghormatan mereka kepada Sarah Everard. Banyak dari mereka merasa bahwa mereka sendiri pernah berada dalam situasi ketika mereka merasa tidak aman berjalan pulang sendirian dalam kegelapan. Salah satu dari mereka mengungkapkan sentimen ini dengan mengatakan, “Ini adalah hidup seseorang, sebuah nyawa wanita lain, ini bukan insiden yang terisolasi. Sarah melakukan semua yang kami biasa lakukan saat kami berjalan di jalanan dan dia masih terbunuh,”

Meskipun bersifat damai, peristiwa tersebut memburuk ketika enam orang ditangkap secara “agresif” karena mereka menolak untuk bubar setelah kekhawatiran muncul mengenai pertemuan kelompok selama pandemi. Pemerintah menanggapi kasus tersebut dengan menyampaikan niat mereka untuk menyediakan penerangan dan CCTV yang lebih baik, serta mengerahkan lebih banyak polisi yang menyamar ke tempat hiburan malam populer — sebuah tindakan yang belum diterima dengan baik oleh publik.

Kematian tragis Sarah Everard membuka diskusi tentang pelecehan di  jalanan dan kekerasan berbasis gender. Apakah tindakan penanganan seperti yang disebutkan di atas sudah cukup, atau apakah masalahnya semakin dalam sehingga membutuhkan perubahan legislatif yang efektif di suatu negara? 

Atau mungkin, perubahan dari keseluruhan sistem patriarki ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *