Pemutusan Hubungan Diplomatik Korea Utara-Malaysia

Ilustrasi oleh FPCI UPH

Korea Utara membuat pernyataan mencolok yang mengatakan Malaysia telah “melakukan kejahatan yang tidak dapat diampuni”, setelah seorang pengusaha Korea Utara diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan pencucian uang. Mereka juga secara gamblang mengklaim bahwa tindakan penyerahan warga Korut ke AS tersebut telah telah menghancurkan seluruh fondasi hubungan bilateral Malaysia-DPRK. Setelah hubungan kedua negara memburuk akibat pembunuhan Kim Jong Nam di Kuala Lumpur pada tahun 2017 lalu, hubungan diplomatik berumur 48 tahun kini telah berakhir dengan adanya ekstradisi Mun Chol Myong.

Mun Chol-Myong, orang Korea Utara pertama yang pernah diekstradisi ke AS, telah didakwa atas enam tuduhan pencucian uang dalam transaksi yang melibatkan lebih dari $ 1,5 juta di seluruh sistem keuangan Amerika untuk menghindari sanksi oleh AS dan PBB kepada Korut. Operasi Mun, menurut pihak berwenang, adalah bagian dari skema untuk memasok barang-barang mewah ke Korut. Sementara itu, Mun membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa penangkapannya memiliki motif politik untuk meningkatkan tekanan yang ada pada Korut atas program misilnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia men-tweet di akun resminya dengan menyatakan bahwa Malaysia menyesali keputusan tidak beralasan dan tidak proporsional yang dibuat oleh DPRK untuk memutuskan hubungan diplomatik. Menyusul putusnya hubungan diplomatik atas keputusan ekstradisi pengadilan tinggi Malaysia, Malaysia pun secara resmi mengusir pejabat Korut beserta keluarga mereka dan memerintahkan mereka untuk pergi dalam waktu 48 jam. Diplomat Korut telah mengosongkan kedutaan mereka di Malaysia dan secara resmi ditutup pada tanggal 21 Maret dengan bendera Korut dan papan nama kedutaan dicabut dari lokasi di pinggiran Kuala Lumpur.

“Sehubungan dengan situasi gawat yang telah terjadi, Kementerian Luar Negeri DPRK dengan ini mengumumkan pemutusan total hubungan diplomatik dengan Malaysia, yang melakukan tindakan permusuhan super besar terhadap DPRK karena tunduk pada tekanan AS,” seorang pejabat DPRK diumumkan kepada pers. Pejabat itu mengecam keputusan otoritas Malaysia untuk “tunduk pada Washington” dan mengatakan bahwa masalah ini adalah hasil dari konspirasi anti-Pyeongyang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *