Teriakan dan Balon Api di Atas Gaza

Illustrasi dari FPCI UPH

Pada 13 Juni 2021, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah menjabat selama 12 tahun akhirnya digantikan oleh Parlemen (Knesset) dan mendudukkan Naftali Bennett sebagai petahana, memimpin pemerintahan koalisi yang terdiri dari pasukan anti-Netanyahu dan bahkan mencakup Partai Arab kecil. Pemilihan berlangsung ketat dengan hasil suara 60-59 dan satu abstain, menghasilkan jalan berbatu untuk sayap kanan Bennett terbentang di depan dengan perdamaian yang rapuh di Yerusalem.

Kerapuhan dari gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir bulan lalu mulai tampak dengan sendirinya dalam beberapa pekan terakhir. Pada hari Selasa, 15 Juni, ribuan nasionalis sayap kanan Israel melakukan parade di Yerusalem Timur, mengibarkan bendera dan meneriakkan “Death to Arabs” yang mana kegiatan ini dikutuk oleh Menteri Luar Negeri Lapid. Hal ini telah menyulut api ketegangan yang sudah muncul di daerah tersebut dan memberikan tantangan bagi tanggapan pemerintahan baru. Polisi memblokir daerah-daerah dan mengarahkan kembali para pengunjuk rasa dari Gerbang Damaskus—yang mana Hamas memperingatkan respons agresif jika ketegangan meningkat lagi sehingga mendorong Bennett dan pemerintahan barunya untuk memperkuat Iron Dome-nya. Para pengunjuk rasa bubar saat senja dan tidak ada roket yang ditembakkan dari Gaza.

Namun, incendiary balloons atau balon pembakar diluncurkan pada hari yang sama, melewati perbatasan selatan oleh Hamas, menghasilkan sekitar 20 kebakaran di atas ladang dan kerusakan material. Meskipun tidak ada korban yang dilaporkan, namun ada lebih banyak lagi yang diluncurkan pada hari berikutnya. Israel menanggapi dengan serangan udara, menandai eskalasi baru yang telah ditandai oleh Bennett bahwa setiap provokasi Hamas akan dibalas dengan tekanan yang sesuai.

Pawai tersebut melukai 27 warga Palestina akibat pasukan polisi Israel yang menembakkan granat kejut tetapi tidak menimbulkan korban tewas, sebuah perubahan positif mengingat laporan pada bulan Mei lalu.

Joe Biden telah menunjuk Thomas Nides sebagai duta besar untuk Israel dan Anthony Blinken telah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Lapid tentang peningkatan hubungan Israel-Palestina. Bennett juga terlibat dalam dialog dengan Angela Merkel, sebagai rasa terima kasih atas dukungan Berlin untuk keamanan Israel.

Pemerintahan baru memiliki potensi untuk membalikkan situasi dan mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut. Pemungutan suara telah dilakukan, tetapi di tanah Gaza, Israel dan Yerusalem tetap berlumuran darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *